gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

Indonesia ku Februari 9, 2012

Filed under: Loker Info Catatan Kecil — gogo @ 5:20 pm

Kondisi sekarang secara psikologis masyarakat Indonesia masih banyak yang mudah dipengaruhi karena tingkat intelektualitas yang relatif rendah dan sikap mental penakut sebagai akibat dari intimidasi berkepanjangan sejak zaman penjajahan. Sangat jarang kita bisa menemukan sosok manusia Indonesia yang mempunyai prinsip dan berani serta yakin akan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam hal ini bukannya saya mengatakan saya  adalah seorang yang memiliki kapasitas tersebut melainkan sekedar melihat sebuah gambaran saja dimana kondisi tersebut diperparah oleh mayoritas sikap kelompok elit pimpinan yang cenderung tidak memiliki jiwa pengorbanan untuk rakyat. Banyak ide-ide yang bermunculan yang merupakan sebuah bentuk fantasi harapan dari jeritan rakyat yang mendambakan kepemimpinan yang sungguh-sungguh mengayomi rakyat. Fakta bahwa tidak sedikit pemimpin Indonesia yang bermental pemeras, oportunis, kejam, mementingkan diri sendiri dan tidak memiliki visi dan misi untuk kesejahteraan rakyat, telah membuat hubungan antara elit dan rakyat yang penuh kecurigaan. Apabila ada gerakan rakyat yang murni sekalipun sering diartikan sebagai sebuah perlawanan terhadap negara. Sebaliknya, rakyat senantiasa berharap akan adanya peranan negara yang sungguh-sungguh memperhatikan kondisi nyata berupa kemiskinan, bencana, yang langsung berdampak ke kehidupan sehari-hari. Padahal peranan negara pasca jatuhnya pemerintahan Suharto telah digerogoti secara sistematis oleh pemilik modal dan politisi dan birokrat korup. Sementara dinamika gerakan civil society ala Barat masih harus menempa diri menjadi satu kekuatan nyata yang bisa mendorong perubahan nyata pula.

Perlu dicatat bahwa proses kooptasi berbagai gerakan politik di Indonesia juga berjalan seiring dengan kepentingan para pemilik modal dan orang-orang yang punya “kuasa”. Proses tersebut telah melemahkan gairah dinamika gerakan civil society. Akibatnya terjadi lagi aliansi-aliansi gerakan yang cenderung menjadikan gerakan civil society dibawah kepentingan tertentu, misalnya untuk kepentingan tokoh tertentu, untuk kepentingan partai tertentu, untuk kepentingan pemberi donor, untuk kepentingan asing, bahkan tidak sedikit yang bergerak untuk kepentingan pihak tertentu.

Sehingga dengan melihat kondisi tersebut, diperlukan sebuah pemikiran yang kuat dan matang yang bisa diadaptasikan ke dalam situasi kongkrit rakyat Indonesia. Apabila kita berpijak pada pandangan Marxisme dalam varian apapun perlu dilakukan proyek besar penelitian tentang sikap rakyat Indonesia terhadap pemikiran Karl Marx, minimal berupa survei yang bisa mewakili penyebaran penduduk Indonesia. Saya rasa, bila tiba-tiba dilakukan survei semacam itu saat ini jawabnya akan negatif, yaitu banyak rakyat Indonesia yang tidak paham tentang itu. Sesungguhnyalah hal yang sama juga menimpa pemikiran liberal dan neo-liberal. Semua saat ini sangat tergantung pada media massa dan gerakan-gerakan politik oportunis yang bersliweran. Oleh karena itu perlu dilakukan proses conditioning berupa pendidikan politik, propaganda, serta penjelasan-penjelasan sederhana yang bisa dimengerti. Satu hal vital yang perlu dicapai selama proses tersebut adalah penciptaan sebuah varian khas rakyat Indonesia dalam pola pikir filsafat kiri namun ternyata seiring waktu berjalan, saya lihat masih terlalu dangkal dan kurang progresif. Ketika generasi muda aktif  dalam kelompok diskusi rumah kiri, serikat buruh, dll saya melihat tercerai berainya pemikiran kiri yang cenderung mengarah pada pola elitisme dan ego yang mengakibatkan kurangnya perhatian pada penguatan pondasi pemikiran khas kiri Indonesia yang bisa diterima luas yang juga diiringi oleh proses propaganda dan agitasi yang cerdas.

Dan catatan ini hanya sekedar ilustrasi kecil dari kondisi ril yang terjadi saat ini…...https://gogoleak.wordpress.com

 

Petualangan Politik Mei 21, 2011

Filed under: Loker Info Catatan Kecil — gogo @ 11:18 am

Ternyata bukan hal yang mudah untuk bisa hidup nyaman di negeri ini. Tak hanya persoalan ekonomi yang membuat rakyat kecil hidup dalam situasi tertekan. Politik dan hukum pun telah membuat kehidupan rakyat negeri ini kian terpenjara dalam kekangan rezim penguasa yang korup dan kehilangan kepekaan. Politik bukan dioptimalkan sebagai strategi untuk membuat kehidupan rakyat makin sejahtera, melainkan justru diperalat untuk menaikkan posisi tawar sekelompok elite demi melanggengkan kekuasaan semata. Hukum pun setali tiga uang. Rasa keadilan sudah mati di negeri ini. Aparat penegak hukum tidak lagi menenteng pedang keadilan, tetapi justru malah ikut-ikutan terlibat dalam praktik mafia peradilan yang sengaja didesain oleh para pengemplang harta negara agar bisa lolos dari jerat hukum. Dari kacamata apa pun, negeri ini agaknya makin susah dilihat aura kehormatan dan martabatnya. Semakin kabur dan gelap. Proses anomali tengah menyergap di segenap lapis dan lini kehidupan.

Yang menyedihkan, ketimpangan sosial sebagaimana yang dikhawatirkan banyak pengamat kini benar-benar nyata terjadi. Di sudut-sudut kampung dan kota, bahkan juga di pelosok-pelosok dusun yang tak pernah tersentuh kemajuan masih banyak bermunculan rakyat negeri iniyang hidup serba susah. Alih-alih cukup sandang, sekadar untuk mempertahankan hidup saja, mereka terpaksa harus makan buah-buah busuk yang sudah tersedot nilai gizinya. Situasi seperti ini berdampak buruk terhadap pertumbuhan anak-anak negeri Kelewar. Hampir sebagian besar anak-anak terjangkiti penyakit gizi buruk. Perut membuncit. Tatapan mata kosong. Banyak pengamat sosial bilang, negeri inibakal mengalami situasi “the lost generation”. Sementara itu, mereka yang berada dalam lingkaran kekuasaan berpesta dalam gelimang kemewahan dan harta haram. Rakyat terus ditindas untuk membayar pajak, tetapi separuh lebih uang pajak dikemplang dan ditilap untuk kepentingan segelintir elite.

Situasi yang sarat anomali semacam itu membuat rakyat negeri inigeram. Seperti dikomando, rakyat dari berbagai penjuru lembah dan ngarai menyatukan tekad untuk menggulingkan rezim penguasa yang dianggap sudah tak lagi peduli terhadap nasib rakyat yang tertindas dan terzalimi. Berbagai atribut dan umbul-umbul marak terpajang di berbagai sudut kampung dan kota. Demo terus terjadi secara bergelombang dari satu titik ke titik yang lain. Eksesnya, lalu lintas sering lumpuh. Jilatan api yang berkobar dari ban-ban bekas yang terbakar membuat situasi makin memanas. Jumlah aparat kepolisian yang tak seimbang dengan jumlah pendemo kewalahan. Mereka tak sanggup berbuat apa-apa. Kejadian masa silam, ketika aparat keamanan dianggap melanggar hak asasi akibat melakukan tindakan represif terhadap para pendemo, telah membuat mereka kehilangan nyali untuk membuat para pendemo jera.

Ontran-ontran sosial di negeri inimakin sulit dikendalikan. Massa yang geram seperti mendapatkan pengakuan sosial dari berbagai komponen untuk terus melakukan aksi pemakzulan terhadap rezim penguasa.

“Rakyat yang memilih, rakyat pula yang menurunkan! Saatnya kita menyatukan tekad untuk melakukan perubahan! Ini bukan revolusi! Ini tindakan bersejarah untuk menyelamatkan bangsa Seseorang dari cengkeraman rezim yang korup dan lembek! Negeri ini butuh pemimpin yang kuat, tegas, dan punya nyali besar untuk menghabisi koruptor. Bukan penguasa yang lembek dan cengeng!” teriak pendemo di tengah kerumunan massa yang menyemut di istana penguasa negeri inidisambung yel-yel yang gegap-gempita. Suara para pendemo dari berbagai elemen dan kelompok massa bersahut-sahutan. Istana penguasa negeri iniseperti bergetar.

Situasi chaos seperti itu membuat beberapa gelintir petualang politik yang selama ini tersingkir dari panggung kekuasaan merasa mendapatkan angin segar. Mereka, dengan berbagai tipu daya, ingin tampil sebagai pahlawan. Dengan mengatasnamakan rakyat, mereka terus menggelontorkan sejumlah dana untuk membiayai para pendemo. Di tengah situasi kemiskinan dan pengangguran yang merajalela, seseorang mana yang tahan godaan? Maka, jadilah aksi demo yang beruntun dan bergelombang tidak murni lagi sebagai aspirasi rakyat yang selama ini terzalimi dan ternistakan, tetapi sudah diambil alih dan dikendalikan oleh beberapa gelintir elite yang merasa tersingkir dari panggung kekuasaan.

“Bagus! Sampeyan harus mampu melakukan aksi demo secara cerdas. Pastikan bahwa rakyat benar-benar berada di pihak kita! Berapa pun biayanya, Sampeyan ndak usah khawatir! Ajak semua rakyat miskin dan pemuda pengangguran untuk beraksi bersama! Tapi ingat, jangan sampai ada seseorang lain yang tahu, kalau akulah yang berada di balik ontran-ontran ini! Paham?” seloroh seseorang bertubuh tambun dan berjidat licin. Kedua bola matanya membeliak, memancarkan optimisme.

“Paham, Bos! Dan Bos tak usah khawatir. Serahkan semua urusan kepada saya!” sahut seseorang berambut gondrong sambil menunduk takzim.

“Bagaimana hasil investigasinya? Beres? Siapa sesungguhnya yang berada di balik ontran-ontran itu?” tanya sang penguasa di sebuah lorong yang sejuk ber-AC. Di lorong yang tampak sepi dari luar itu, sesungguhnya sedang terjadi sebuah rapat pleno para petinggi negeri ini yang terancam dimakzulkan. Namun, berkat kekuatan intel yang terlatih dengan dukungan fasilitas dan akomodasi serba “wah”, mereka bisa dengan mudah menyiasati gelombang demo itu….

 

Dimana Pemimpin Kami Maret 23, 2011

Filed under: Loker Info Catatan Kecil — gogo @ 1:18 pm

Akhir-akhir ini menjadi suatu hal yang lumrah ketika berita di surat kabar  memberitakan tentang perilaku pejabat negara yang sedang berhadapan dengan proses hukum. Sebagian besar anggota DPRD diperiksa kejaksaan karena terindikasi tindakan korupsi. Seorang oknum bupati diajukan ke pengadilan karena terlibat dengan kasus mark up suatu proyek di suatu daerah.  Semua anggota DPRD di suatu daerah terlibat praktek korupsi dan telah ditetapkan menjadi tersangka. Seorang mantan bupati dijebloskan ke penjara karena terindikasi melakukan korupsi pada masa pemerintahannya. Contoh-contoh di atas merupakan berita-berita yang sudah tidak asing bagi masyarakat umum. Selain itu, masih banyak berita lain menyangkut perilaku pejabat negara, yang kadang membuat hati rakyat menjadi miris, kecewa, emosi, dan marah. Sebagai contoh dari ungkapan emosi anggota masyarakat dapat kita perhatikan dengan mendengarkan ungkapan seorang penumpang mobil angkutan umum. Penulis mengutip ungkapan seorang bapak yang kebetulan membahas masalah pejabat negara di sebuah angkutan umum sebagai berikut: Semua sistem di negara ini sudah rusak. Semua pejabat sudah tidak bisa dipercaya. Mereka tidak lagi memikirkan rakyat. Mereka sudah mendapatkan penghasilan besar dari jabatannya, tetapi masih juga mau mengambil uang rakyat dengan cara korupsi. Apakah mereka tidak memikirkan rakyat lagi? Di samping ungkapan emosi ini, masih banyak umpatan yang datang dari penumpang lain, dan semuanya ditujukan kepada pejabat-pejabat negara yang menurut mereka cenderung tidak mengabdi kepada negara dan masyarakat, tetapi hanya mengabdi kepada golongan dan diri sendiri.

Pada saat ini, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita masih ingin agar pemimpin kita nantinya adalah orang yang tidak bijak dan tidak bersih? Tentu jawabannya adalah tidak. Kita semua sudah bosan dengan perilaku pejabat yang tidak mencerminkan pengabdian kepada masyarakat. Kita sudah bosan dengan pejabat yang hanya mementingkan diri sendiri dan golongannya dan menjadikan rakyat hanya sebagai sapi perahan. Kita semua tentu menginginkan seorang pemimpin yang visioner, bersih, bijak, dan mau jadi pelayan. Kita tentu menginginkan agar nantinya muncul pemimpin yang mau dan mampu meletakkan kepentingan masyarakat jauh dia atas kepentingan pribadi atau golongan.

Setelah memaparkan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin kemudian timbul lagi pertanyaan yang sangat mengusik. Hal ini menyangkut pertanyaan yang ada pada judul tulisan ini. Masih adakah kemungkinan  kita akan memperoleh seorang pemimpin yang mempunyai sifat seperti yang disampaikan sebelumnya? Mungkinkah hal itu hanya sebuah utopia (mimpi) saja bagi seluruh anggota masyarakat?

Apabila kita mengacu kepada situasi perkembangan politik saat ini maka pada dasarnya segenap anggota masyarakat yang terlibat langsung dengan pelaksanaan proses pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkadasung) mempunyai kesempatan untuk menciptakan suatu perubahan. Perubahan yang dimaksud di sini adalah dengan terpilihnya seorang pemimpin yang bijak dan bersih serta benar-benar berpikir dan bertindak untuk rakyat.  Rakyat yang ikut terlibat dengan pilkadasung dapat berperan menciptakan perubahan ini yaitu dengan menjatuhkan pilihan kepada calon pemimpin yang berpikir bijak dan berhati bersih.

Memilih calon pemimpin daerah yang bijak dan bersih dapat menjadi hal yang tergolong susah, tetapi dapat juga menjadi hal yang cenderung mudah. Artinya adalah bahwa kita akan kesulitan untuk menentukan pilihan kepada calon yang tepat apabila kita tidak mengetahui seluk beluk calon tersebut, tetapi apabila kita mendalami track record para calon pimpinan daerah maka kita akan mudah untuk menentukan pilihan. Untuk itu, melalui tulisan ini penulis menyampaikan beberapa parameter kepada sidang pembaca agar nantinya kita dapat memilih calon pemimpin daerah yang bijak dan bersih, yang dapat membuat perubahan positif yang berarti di daerah kita masing-masing.            Yang pertama, tingkat pendidikan dan wawasan calon harus diperhatikan. Masalah pendidikan dan wawasan adalah hal yang sangat penting karena seorang calon harus mempunyai pengetahuan yang memadai dan wawasan yang luas untuk membawa suatu daerah kepada suatu perubahan. Menurut penulis, jenjang sarjana dapat kita gunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah si calon mempunyai standard pengetahuan yang memadai atau belum. Di samping itu, kita juga harus berhati-hati dengan gelar palsu yang saat ini sudah banyak dijual di pasaran. Adalah suatu hal yang naif apabila kita menginginkan pemimpin yang bijak dan bersih, tetapi pemimpin daerah kita mempunyai gelar palsu yang dibeli dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang kedua, yang harus diperhatikan adalah status sosial dan ekonomi dari calon pimpinan daerah. Kita harus jeli melihat latar belakang kepemilikan harta yang dimiliki oleh seorang calon. Sebagai contoh, seorang calon hanya sebagai PNS, dia tidak mempunyai sumber penghasilan di luar gaji dan tunjangan dari  PNS, tetapi yang bersangkutan mempunyai harta yang sangat melimpah (berupa kepemilikan tanah yang sangat luas, rumah mewah, kendaraan bermotor yang sangat mewah, dll). Hal ini harus menjadi bahan pertanyaan bagi kita yaitu dari mana yang bersangkutan mendapatkan harta tersebut,  apakah harta tersebut didapatkan dari warisan orang tua atau malah dari hasil korupsi? Yang ketiga, yang harus diperhatikan adalah mengenai track record si calon, meliputi prestasi kerja dan pencapaian-pencapaian yang sudah dia lakukan baik di dunia kerja ataupun ditengah-tengah masyarakat umum. Sebagai contoh, apabila yang bersangkutan berasal dari pejabat negara, maka bisa dipertanyakan tentang prestasi dan pencapaian yang telah diraihnya selama menjabat di instansi pemerintah. Apabila yang bersangkutan berasal dari kalangan dunia usaha  maka bisa dipertanyakan mengenai prestasi dan pencapaian yang telah diraih yang bersangkutan selama berkecimpung di dunia usaha. Jika yang bersangkutan adalah pegawai swasta, hampir sama dengan kondisi sebelumnya, perlu dipertanyakan tentang prestasi dan pencapaian yang diraih selama bekerja sebagai pegawai swasta. Di samping prestasi dan pencapaian di dunia kerja, kita juga perlu memperhatikan track record calon di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Artinya adalah bahwa kita sebagai calon pemilih perlu memperhatikan apakah si calon sudah pernah berbuat hal-hal yang positif dan konstruktif bagi masyarakat umum atau pada masyarakat daerah khususnya? Jangan-jangan mereka datang ke daerah hanya pada saat proses pilkadasung akan berlangsung. Setelah terpilih, mereka akan terlena dengan euforia kemenangan dan melupakan konstituen yang telah menempatkan mereka di kursi orang nomor satu dan nomor dua di daerah. Hal ini sangat penting kita perhatikan. Kita harus benar-benar jeli mengamati calon pemimpin daerah agar kita tidak terjebak dan terperosok ke situasi yang sudah sering kita alami di masa lalu.

Yang keempat, kita juga perlu memperhatikan calon pimpinan daerah dari sikap tim sukses dan cara-cara prakampanye/kampanye masing-masing calon. Perlu kita perhatikan, apakah tim sukses seorang calon menghalalkan segala cara untuk memajukan calon mereka. Menghalalkan segala cara disini dapat diwujudkan dengan melakukan black campaign, yaitu menjelek-jelekkan calon lain atau dengan melakukan politik uang. Politik uang merupakan suatu tindakan yang dapat mencederai proses demokrasi pilkadasung. Politik uang dapat merusak tatanan kehidupan berpolitik daerah dan bangsa kita serta akan menyengsarakan masyarakat luas. Untuk itu, sebagai pencegahan kita harus jeli mengamati jumlah pengeluaran yang dikeluarkan oleh masing-masing calon. Jika seorang calon mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk suatu proses pilkadasung, maka logika awam akan mengambil kesimpulan bahwa yang bersangkutan, apabila terpilih akan berusaha untuk mengembalikan semua pengeluaran pada saat kampanye. Jika ini terjadi, korupsi kembali akan merajalela dan masyarakat lagi-lagi akan menjadi korban. Yang kelima, seorang calon pemimpin harus mempunyai visi yang jelas dan terukur terhadap daerah yang akan dipimpin. Yang bersangkutan harus  dapat meletakkan milistone-milistone yang akan dicapai selama masa kepemimpinannya serta benar-benar mendalami arah pembangunan daerah. Milistone yang akan dicapai bisa diukur dalam fase bulanan, semester, tahunan, dan lima tahunan.

Demikian beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai parameter untuk memilih calon pemimpin di daerah dalam pilkadasung yang sebentar lagi akan kita hadapi. Kita akan dimudahkan untuk memilih calon pemimpin daerah yang bijak dan bersih apabila kita benar-benar meneliti calon-calon pemimpin daerah tersebut dan mempergunakan kelima parameter diatas sebagai alat bantu. Dengan demikian, kita dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan pada judul tulisan ini. Dengan memperhatikan beberapa parameter di atas sebelum kita menentukan pilihan maka mencari pemimpin daera yang bijak dan bersih bukanlah suatu utopia (mimpi) belaka.

 

Sebuah Renungan Untuk Yang Muda Februari 10, 2011

Filed under: Loker Info Catatan Kecil — gogo @ 1:24 pm

Keadaan ekonomi yang akan lebih sulit bagi rakyat, dan akan makin semrawutnya (atau makin brengseknya) penyelenggaraan negara kita sebagai akibat bahaya krisis keuangan dan pangan dunia, akan merupakan kesempatan yang baik bagi banyak orang untuk melihat sendiri dengan jelas sekali bahwa negara kita sudah tidak bisa lagi terus-menerus dikangkangi oleh kekuasaan politik yang sudah ternyata gagal untuk memperbaiki kehidupan rakyat banyak. Bisa diperkirakan bahwa berbagai gejolak masyarakat, yang sudah mulai marak di berbagai daerah dalam bentuk macam-macam aksi-aksi atau gerakan, akan lebih berkembang lagi menghadapi buruknya berbagai politik pemerintah, yang pada pokoknya masih menjalankan politik seperti Orde Baru.Perkembangan situasi di negara kita dewasa ini, dan apalagi di kemudian hari kalau keadaan ekonomi makin sulit lagi, akan bisa mendorong berbagai kalangan dan golongan dalam masyarakat untuk bangkit bersama-sama dan berjuang untuk tercapainya kesejahteraan banyak orang. Kebangkitan berbagai golongan ini sangat diperlukan, mengingat bahwa pemerintah dan partai-partai politik yang menduduki kursi di DPR sudah ternyata tidak bisa banyak diharapkan bisa mengatasi berbagai kesulitan besar yang dihadapi negara dan bangsa.

Sekarang makin jelas bagi banyak orang bahwa kekuasaan politik yang selama ini ada dalam genggaman “kaum tua” (atau setengah tua) terbukti banyak dihinggapi berbagai penyakit parah, sehingga sudah perlu dirubah atau diganti dengan kekuasaan politik yang baru, yang seyogianya dipegang atau dikendalikan oleh tenaga-tenaga baru dari kaum muda. Dari kalangan kaum muda yang masih bersih dari korupsi dan mempunyai jiwa untuk sungguh-sungguh mengabdikan diri kepada kepentingan rakyat inilah diharapkan muncul tunas-tunas pimpinan rakyat dan negara, yang bisa menyelesaikan reformasi secara tuntas.

Seperti kita ingat bersama, gerakan besar-besaran mahasiswa dalam tahun 1998, yang menghasilkan turunnya Suharto sebagai diktator rejim militer Orde Baru, telah melahirkan berbagai tuntutan reformasi, yang penting untuk perbaikan negara. Tetapi, malangnya, di tangan para “kaum tua” ini – yang pada umumnya adalah pengikut (dalam berbagai kadar atau derajat) rejim Orde Baru – reformasi ini tidak jalan atau macet. Dan, sekarang, makin sangat sedikitlah harapan bahwa kekuasaan politik di tangan “kaum tua” semacam yang sekarang ini bisa atau mau sungguh-sungguh menjalankan reformasi, meskipun reformasi sudah “diperintahkan” oleh MPR, dan menjadi aspirasi sebagian terbesar rakyat kita.

Mengingat itu semua, maka rakyat kita terpaksalah mengandalkan harapan besarnya kepada kaum muda, yang terdapat dalam berbagai kalangan dan golongan masyarakat, untuk ikut membereskan kehidupan bangsa, yang sudah dirusak oleh “kaum tua” yang menguasai bidang eksekutif, legislatif, judikatif, serta berbagai bidang sosio-kultural. Untuk itu, seluruh kekuatan demokratis, yang mendambakan terciptanya masyarakat adil dan makmur, perlu mendukung atau menyambut gembira munculnya peran “kaum muda” ini dalam berbagai percaturan politik-sosial-ekonomi negara dan bangsa kita.

Bangkitnya “kaum muda” kita dewasa ini untuk ikut memikirkan masalah-masalah besar negara dan bangsa – yang mungkin akan menghadapi masa-masa yang lebih sulit dari pada sekarang — merupakan investasi penting dan berharga sekali bagi hari kemudian rakyat. Karena, hari kemudian Indonesia justru terletak di tangan angkatan muda kita, atau generasi baru kita. Dengan pandangan dari sudut yang strategis ini, maka kita bisa melihat betapa besarnya kewajiban kita semua untuk membantu atau memungkinkan “kaum muda” kita mempersiapkan diri untuk mengendalikan atau mengelola negara dan bangsa kita. Dengan tujuan yang demikian ini, maka kita semua perlu mendorong “kaum muda” kita berani mengambil berbagai inisiative yang bisa mengembangkan dan memupuk lebih lanjut segala kekuatan dalam masyarakat guna tercapainya perubahan atau penggantian kekuasaan politik.

Jadi, perubahan atau penggantian kekuasaan politik, yang merupakan tugas besar “kaum muda” kita yang dibarengi dengan dukungan rakyat, adalah satu-satunya jalan untuk menghadapi berbagai masalah besar di kemudian hari.

 

 

Kujaga Keutuhan Iman Dengan Menikah November 6, 2010

Filed under: Loker Info Catatan Kecil — gogo @ 9:32 am

 

Menikah adalah sarana beribadah kpd Alloh,,hidup menyendiri tak selamanya baik, jika tlh memungkinkan utk menikah, lakukanlah,,,,,karena dg menikah banyak ladang pahala yg dapat qt raih jika qt ikhlas menjalaninya.
Al Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa para ulama sepakat, orang yg sdh berkeinginan utk menikah dan mampu membiaya kehidupan serta merasa khawatir thdp dirinya (akan terjerumus ke dalam perbuatan tercela jika tdk menikah),maka disunahkan utk menikah dan dr mazhab hambali dlm salah satu riwayat menambahkan bahwa dia wajib menikah.
Hal-hal yg menjadi faktor penghalang utk menyelenggarakan nikah :

1. Calon Pasangan
Menentukan kriteria yg ideal thdp pasangan mjd salahsatu penyebab kaum muda menunda2 pernikahan,pdhl Alloh tlh menjanjikan bahwa Alloh menyiapkan pasangan hidup qt yg sekufu,,,,jadi jika qt menginginkan pasangan yg sholeh, sudah sholehkah qt?? Jika qt menginginkan pasangan hidup yg cantiq n ganteng, cantik n gantengkah qt?? Jika qt menginginkan pasangan yg cerdas,cerdaskah qt??,,,,,,,,tentu penilaian2 ini sifatnya subjektif tergantung cara qt memandangnya, tantangan utk qt adl bagaimana caranya agar hal2 positif yg ada dlm diri qt dapat qt transfer kpd pasangan qt dan sebaliknya nilai2 negatif yg ada dlm diri qt mjd sarana pembelajaran utk mjd lebih baik,,intinya kriteria yg qt tentukan utk memilih calon pasangan harus bisa saling melengkapi…..

2. Trauma
Kejadian di masa lampau mjd kenangan buruk yg menghantui jalan hidup seseorang dlm memutuskan utk menikah, kondisi psikologis ini mrpkn hal yg wajar ttp menjadi tidak wajar jika qt tll larut dlm kenangan buruk,krn akan menyebabkan putus asa dan jauh dr berkah Alloh,,,,,,bergaul dg teman n lingkungan yg kondusif dpt mjd jalan utk memulihkan kondisi psikologis spt ini, meningkatkan keimanan dan yakin bahwa Alloh akan menolong qt jika qt bnr2 berharap dan meminta serta ttp berikhtiar menemukan pasangan yg cocok dg qt,,,,,masalahnya sdh seoptimal apakah ikhtiar n kedekatan qt kpd Alloh??

3. Materi
Salah satu yg mjd penghalang utk mnyegerakan menikah adl krn alasan materi………Al-qur’an mengecam keyakinan materialistis seperti alasan yg sering dijadikan senjata bagi kaum muda yg menunda2 pernikahan,,kaum muslimin hendaknya memiliki pandangan optimis menghadapi kehidupan dunia,,Alloh memberikan berita gembira berupa kecukupan bagi pasangan yg melakukan pernikahan: ”dan nikahkanlah orang yg sendirian diantara kamu,dan orang2 yg layak menikah diantara hamba2 sahayamu yg perempuan,,jika mereka miskin, Alloh akan mampukan mereka dg karunia-Nya dan Alloh Maha Luas lagi Maha mengetahui ” (An-nur :32)

4. Orang tua
Sikap orang tua yg tll protektif dan ketakutan akan masa depan anaknya mjd gejala umum penunjang faktor anak utk menunda pernikahan,,hal ini wajar krn setiap orangtua ingin agar anaknya memiliki masa depan yg lebih baik dibandingkan keadaan dirinya saat ini,,,,,kita dpt melakukan pendekatan yg intens dan efektif thdp orangtua agar mereka mengerti bahwa menunda2 pernikahan adl hal yg dibenci Alloh apalagi jika tjd hal2 yg tak diinginkan……naudzubill

 

Adilkah kita terhadap ibu?

Filed under: Loker Info Catatan Kecil — gogo @ 9:31 am

Sesosok wajah tua renta itu terbangun di sepertiga malam, beranjak dari nyenyak tidurnya melangkahkan kaki untuk mengambil wudhu. Di hamparan sajadah dia tersungkur bersujud, mengharapkan cinta dari Sang pemilik cinta mengadukan semua persoalan hidupnya kepada Sang pemilik solusi.
Pada waktu yang sunyi senyap, tatkala manusia sedang asyik masyuk menikmati nikmatnya tidur. Wanita itu terbangun untuk menghampiri Allah untuk mengadukan segala masalahnya, untuk meminta hanya pada-Nya. Meminta kepada Allah untuk kesuksesan anak-anaknya, meminta agar Allah senantiasa menjaga anak-anaknya yang jauh dari dekapannya, agar Allah menjagakan hati dan akhlaq anak-anaknya…
Sambil menangis dia berharap agar Allah memberi hidayah pada anaknya, agar Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa anaknya.
Sungguh mulia makhluk Allah ini…seorang wanita tua yang tak kenal lelah untuk mendo’akan anak-anaknya, walau mungkin anak-anaknya tidak jarang menyakiti hatinya lewat perilakunya, menyakiti hati seorang ibu yang rapuh dengan perkataan yang teramat pedas hanya karena melarang anak perempuannya untuk tidak sembarangan bergaul, mungkin kita sering menyakitinya dengan mengatakan ibu kita sebagai orang yang kolot atau kuno, ketinggalan jaman hanya karena melarang anak-anaknya berpacaran, hanya karena menyuruh anak perempuannya untuk menutup auratnya, kita tidak tahu betapa sedihnya ibu ketika anaknya berbuat kesalahan. Namun hal itu jarang beliau tampakkan dihadapan kita, ibu kalau menasehati kita dengan tutur kata yang halus dan penuh sayang, namun apa balasannya kita membalasnya dengan muka yang penuh muram durja bagai raja yang sedang murka kepada bawahannya, dengan kata-kata yang pedas bagai bicara kepada seorang yang sangat kita benci…
Ya…seorang ibu tetap akan dengan ikhlas mendo’akan agar anak-anaknya mempunyai akhlaq yang bagus kepada sesama, ibu dengan ikhlas menerima setiap caci maki kita, ibu senantiasa menerima setiap keluh kesah anaknya. Namun kita jarang sekali untuk mendengar setiap nasehat ibu kita, Sahabat pernahkah kita semua memikirkan itu?
Ataukah kita lebih sibuk memikirkan “pacar” kita yang sedang sakit, padahal ibu kita sakit kita sering merasa cuek. Mungkin kita lebih suka mengajak makan malam yang romantis bersama sang kekasih yang tidak halal, ketimbang mengajak makan sang ibu tercinta. Kita kadang memberi hadiah yang sangat spesial untuk menyenangkan sang kekasih tidak halal yang mungkin sumber dosa, namun kita juga sering memberi hadiah yang sangat spesial berupa caci maki, muka masam, amarah, kepada ibu kita.
Jujur…kita sering berlaku tidak adil kepada ibu kita…Sahabat marilah mulai sekarang kita perhatikan ibu kita, sebelum ibu kita pergi meninggalkan kita untuk selamanya, sebelum penyesalan itu menghampiri kita.

 

Jalani Hari

Filed under: Loker Info Catatan Kecil — gogo @ 9:28 am

Jalan masih panjang terbentang di hadapan, kehidupan kan terus berjalan, waktu kan terus bergerak melindas orang-orang yang terlena. Hai jiwa yang terlena, sadarlah!!! Bahwasanya kita hidup di dunia ini hanya sekali, perbanyaklah bekal tuk kehidupan kelak yang kekal abadi selamanya. Janganlah kita kalah oleh karena suatu masalah yang teramat kecil, sungguh tak ada suatu masalah yang teramat besar selain dari kita yang membesar-besarkannya, tak ada suatu masalah yang lebih ketimbang lepasnya keimanan dalam hati dan jiwa, sungguh itulah the real big problem.

Masalah kita pada hari ini sesungguhnya adalah suatu masalah yang teramat kecil, masalah kita pada masa lalu yang senantiasa menghantui diri, sungguh itu adalah suatu masalah yang sungguh-sungguh amat kecil. Namun kenapa kebanyakan diantara kita menganggap bahwa itu adalah suatu masalah yang sangat besar dan selalu menghantui dalam setiap detik waktunya.

Lantas kenapa kita menganggap hal itu sangat besar, sebenarnya kita sendirilah yang membuat suatu masalah itu menjadi sangat besar, kita terkadang terlalu mendramatisir suatu masalah hingga suatu masalah itu menjadi sangat besar dan senantiasa menghantui kita disetiap waktunya. Kadang kita lupa bahwasanya kita memiliki Sang Pemiliki Solusi.

Jadi sahabat, untuk apalah kita senantiasa berkutat dengan suatu masalah padahal kehidupan harus terus berlanjut. Buat apalah kita senantiasa dihantui suatu masalah kalau kita bisa memohon pada Allah, bahwasanya dunia beserta seluruh isinya adalah semua miliknya. Ayo sahabatku semua kita jalani kehidupan ini dengan semestinya, suatu masalah bukan untuk ditakuti apalagi di hindari tetapi untuk di hadapi dan dipecahkan karena sesungguhnya solusi itu telah nampak dihadapan kita. Allah telah memberikan panduannya berupa ayat-ayat cintaNya, namun sejauh mana kita memahami ayat-ayatNya…