gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

Megawati dan Fatmawati Oktober 23, 2011

Filed under: Loker Info Sejarah — gogo @ 6:02 am

Megawati dan Fatmawati

keluarga-soekarno

Ada satu yang tak dapat saya mengerti tentang Megawati. Kenapa ia harus – keras kepala – maju lagi dalam pencalonan kali ini. Apakah hanya karena keputusan kongres partai yang mengharuskan itu. Sesakral itukah ?
Ia bisa sangat marah ketika beberapa pengurus partai dan orang dekatnya memberikan fakta, bahwa ia sudah tak terlalu popular di mata rakyat. Ia mempersilahkan penasehat partai Sabam Sirait untuk makan di ruang sebelah. Tidak satu ruangan dengannya.
Sabam Sirait tidak salah. Jaman sudah berubah, tidak seperti lebih sepuluh tahun lalu, ketika ia dipersepsikan sebagai simbol perlawanan terhadap orde baru.
Saya berani bertaruh, jika saat itu pemilihan presiden sudah dilakukan secara langsung, pasti dengan mudah ia akan memenangi kontes itu.

Mungkin keras kepala ini, salah satu sifat yang menurun dari ibunya. Bung Karno konon tidak sekeras Fatmawati istrinya.

Kilas balik dalam pembuangan di tanah Bengkulu , Fatwamati adalah teman anak anak angkat Bung Karno yang bersekolah di sebuah sekolah katolik di sana. Ketika Bung Karno menyatakan keinginannya untuk memperistri. Saat itu Fatmawati berusia 19 tahun dan Bung Karno 41 tahun. Ia dengan tegas menolak, kecuali Bung Karno menceraikan istrinya terlebih dahulu. Ia tak mau dimadu.
Ada cerita menarik di balik ini. Sebenarnya justru Fatmawati sedang meminta pendapat Bung Karno tentang pinangan seorang anak wedana terhadap dirinya. Alih alih mendapat jawaban, justru Bung Karno mengutarakan perasaan cintanya.

Kelak Fatmawati bersikeras keluar dari istana setelah mengetahui Bung Karno memperistri Hartini. Bung Karno juga menghormati pilihan itu. Sampai akhir hayatnya istri istrinya tidak ada yang tinggal secara resmi di Istana.

Ada satu hal yang mungkin tidak di miliki Megawati. Kepekaan. Berbeda dengan Fatwamati yang mengikuti arus kemerdekaan bersama suaminya. Ia peka terhadap semangat revolusioner negerinya. Diam diam ia menjahitkan sebuah bendera merah putih untuk dikibarkan pada hari kemerdekaan.

Mestinya Megawati juga teringat salah satu pidato ayahnya. Jasmerah. Jangan sekali kali meninggalkan sejarah. Ia sudah kehilangan kesempatan ketika sempat memimpin negeri ini. Sejarah pasti menulisnya.

Dalam segala aspek Megawati tak akan bisa menyamai ayahnya. Ia hanya teh celup rasa Soekarno. Begitu kolumnis Buddiarto Shambazy pernah menulis.
Ketika ia mengingatkan rakyat Jawa Barat tentang imperialisme dalam kampanyenya minggu lalu, dengan mengutip ajaran ayahnya. Sesungguhnya ia tidak memberikan sebuah pemikiran.

Saya tak tahu apa yang dilakukan oleh Megawati pada tanggal 21 Juni kemarin. Peringatan tanggal wafatnya Bung Karno. Apa dia pernah menyelami pemikiran ayahnya saat memutuskan mundur dari kekuasaan. Rela, demi menghindarkan pertumpahan darah sesama bangsa, karena saat itu sebagian rakyat dan militer masih mendukung Soekarno.

Keras kepala tidak menghasilkan apa apa kecuali kepuasaan diri sendiri yang prematur. Pembuktian di bilik suara kelak akan menjadi jawaban. Tanpa mengesampingkan 14 persen suara fanatik PDI-P. Apakah ia masih dicintai rakyatnya. Megawati mestinya memilih mencintai bangsa ini dengan cara yang lain. Tanpa harus keras kepala memutuskan maju lagi.

Fatmawati tetap keras kepala sampai ajal Bung Karno. Ia tak mau menghadiri ke pemakaman suaminya. Ia tetap tak bisa memaafkan tindakan suaminya mengawini orang lain. Namun satu hal , ia tetap mencintai Bung Karno. Dengan caranya sendiri.
Ia hanya mengirim karangan bunga bertuliskan.
“ Cintamu yang selalu menjiwai rakyat. Cinta Fat “

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s