gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

DPR Lumbung Kegaduhan Politik 2011 Januari 3, 2011

Filed under: Loker Info Politik dan Organisasi — gogo @ 2:56 pm
DPR Lumbung Kegaduhan Politik 2011

Headline

Dinamika politik nasional sepanjang 2011 mendatang diprediksikan didominasi dari gedung parlemen. Sejumlah isu penting yang memantik reaksi publik dan menimbulkan polemik akan memanaskan suhu politik nasional. Mulai dari isu elit hingga isu populis.

Sejumlah isu penting yang akan memancing polemik tak lain soal pembahasan serangkaian paket undang-undang politik yang dituntaskan pada 2011 mendatang. seperti UU Penyelenggaraan Pemilu, UU Pemilu Legislatif DPR, DPRD, dan DPD, UU Pemilu Presiden/Wakil Presiden, dan UU MPR, DPR, DPD, dan DPDRD (MD3).

Yang paling menyita perhatian diperediksikan di UU Pemilu legislatif DPR, DPRD, dan DPD terkait aturan parliemanteraty threshold (batas ambang keterwakilan). Perdebatan ini sejatinya telah dimulai sejak 2010. Namun, selisih pendapat soal PT akan mencapai puncaknya saat pembahasan besaran PT.

Jika melihat posisi partai politik di parlemen telah dapat terpetakan. Seperti Partai Demokrat 4%, Partai Golkar 7% dan PDIP 5%. Sedangkan partai politik menengah ke bawah, di kisaran 2,5-3%. Polarisasi inilah yang akan menjadikan kegaduhan partai politik di parlemen.

Hal ini pula menyeret di internal partai koalisi yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi. Di isu ini pula menjadi ujian terberat Setgab Koalisi. Kalangan partai politik tengah dipastikan menolak usulan rekan koalisi lainnya seperti Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Isu panas lainnya yang akan muncul di DPR terkait dengan pembahasan RUUK DIY yang harus selesai Oktober 2011 atau seiring berakhirnya perpanjangan masa jabatan Sultan HB X sebagai Gubernur DIY. Isu ini akan berdimensi dua, isu elit sekaligus isu populis, khususnya bagi masyarakat Yogyakarta.

Dalam pembahasan RUUK DIY terkait klausul posisi Sultan HB dan Paku Alam dalam gubernur menjadi isu yang panas. Isu ini pun sempat memanas di akhir 2010 di saat Presiden SBY mempertentangkan antara sistem demokrasi dengan monarkhi yang dilekatkan pada sistem kesultanan Yogyakarta.

Perdebatan di parlemen dipastikan akan tertransformasikan ke ruang publik, khususnya masyarakat Yogyakarta. Aksi demo dipastikan akan mewarnai di tengah-tengah pembahasan RUUK DIY.

Polemik yang muncul dari lembaga parlemen selain disebabkan karena tugas konstitusionalnya terkait legislasi, rencana realisasi pembangunan gedung baru DPR yang sempat tertunda pada Oktober 2010 lalu, dapat dipastikan akan dimulai pada 2011 ini juga akan menjadi isu panas. Reaksi publik jelas akan menolak keras rencana ini.

Jika tidak dikomunikasikan dengan baik terkait rencana ini, jelas akan semakin menurunkan citra DPR yang cenderung babak belur selama 2010 mulai soal kunjungan studi banding ke luar negeri hingga skandal seks yang diduga melibatkan anggota DPR.

Tim Pengawas Century yang telah disepakati diperpanjang selama 2011 juga akan tetap menjadi perhatian publik. Meski soal Century ini tidak seheboh di awal 2010 lalu, dengan diperpanjang kerja Timwas Century di DPR, bisa saja akan menghadirkan kejutan di 2011. Bagaimanapun, kasus Century yang masih menggantung ini, sewaktu-waktu bisa saja kembali meledak.

Selain persoalan tersebut di atas, hal-hal yang insedentil juga bisa saja akan muncul di DPR yang juga potensial memanaskan suasana politik. Seperti rencana pembatasan premium pada 2011 yang bisa menjadi amunisi politik di parlemen. Gerakan politik seperti hak interpelasi maupun hak angket juga potensial muncul.

Rencana Initial Public Offering (IPO) oleh pemerintah terhadap tujuh BUMN bisa saja memantik gerakan politik seperti hak interpelasi maupun hak angket dari parlemen. Langkah ini juga bagian dari kelanjutan dari upaya DPR membentuk Panitia Kerja (Panja) DPR IPO PT Kratakau Steel.

Selain itu, krisis pangan yang potensial terjadi pada 2011 juga bisa saja menjadi ‘mainan’ parlemen untuk melakukan gerakan politik dari DPR.

Kegaduhan politik dari DPR akan berdampak positif jika mampu dikelola dengan baik dan menghasilkan out put yang positif. Kuncinya hanya satu, mendengar dan menyerap aspirasi publik.

Jika suara parlemen seiring dan seirama suara rakyat, kegaduhan yang muncul justru menjadi vitamin bagi proses demokrasi di parlemen. Namun sebaliknya, jika tidak seirama, kegaduhan justru akan berdampak negatif.


 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s