gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

Patahan di Gunung Merapi November 5, 2010

Filed under: Loker Info Bencana — gogo @ 2:34 pm

Selain memiliki awanpanas Gunung Merapi juga memiliki patahan yang unik. Patahan Merapi ini dipetakan dan dijelaskan oleh Van Bammelen, mBah londo yang meneliti geologi Indonesia pada jaman penjajahan dahulu. Van Bammelen ini orang geologist dari Belanda yang mengarang buku The Geology of Indonesia yang diterbitkan tahun 1949.

Patahan memotong Gunung Merapi

Patahan yg membelokkan arah erupsi awanpanas

Yang sering kita lihat bahwa patahan itu disebabkan oleh sebuah gerakan tektonik lempeng, namun patahan sebenarnya dapat terbentuk oleh berbagai mekanisme. Salah satunya adalah karena bebannya sendiri. Patahan yg ada di Merapi ini merupakan sebuah “block glide” yang sangat besar sehingga batuan yang bergerak terhadap yang lain membentuk bidang patahan.

Patahan yang memotong Gunung Merapi ini dapat dilihat dalam peta Google sebagai sebuah dinding yang salah satunya dikenal dengan nama Gunung Kukusan. Dinding di Kukusan ini yang membelokkan lajunya arah awan panas.

Patahan Merapi memiliki kemiringan kearah barat. Dalam ilustrasi dibawah ini memperlihatkan penampang barat timur dimana gunung Merapi berada disebelah kanan. Dalam petanya Van Bammelen patahan ini digambarkan cukup detil hingga dampak dari block glide, patahan, ini menimbulkan sebuah perlipatan. Perhatikan lokasi Bukit Gendol (Gendol Hills) yang merupakan perlipatan endapan Merapi sendiri yang terdorong secara lateral karena Gunung Merapi bergerak.

 

Warna ungu adalah patahan Merapi. Warna Biru perlipatan di Bukit Gendol. Dalam penampang AB (Barat-Timur) dibawahnya terlihat bagaimana patahan di puncak merapi ini menimbulkan dorongan lateral kearah barat menggencet batuan di kakinya karena tertahan Bukit Menoreh.

Dalam peta sederhana

Patahan di Merapi

Di sebelah timur puncak merapi terdapat dinding terjal di lerengnya. Dinding ini yag diinterpretasikan sebagai patahan oleh Van Bammelen (1949). Kalau diteruskan patahan ini akan menunjukkan dimana terdapat mata air. Sangat umum dalam analisa patahan adalah menjumpai mata air pada zona patahan ini.

Di lereng selatan Merapi ini juga dijumapai mataair-matair itu. Ada yang disebut Umbul, Tuk atau Tlogo (Umbul Lanang, Tlogo nirmolo, dan Tuk Pitu). Dan memang kalau diteruskan merupakan kepanjangan dari patahan ini.

Di sebelah timur puncak merapi terdapat dinding terjal di lerengnya. Dinding ini yag diinterpretasikan sebagai patahan oleh Van Bammelen (1949). Kalau diteruskan patahan ini akan menunjukkan dimana terdapat mata air. Sangat umum dalam analisa patahan adalah menjumpai mata air pada zona patahan ini.

Di lereng selatan Merapi ini juga dijumapai mataair-matair itu. Ada yang disebut Umbul, Tuk atau Tlogo (Umbul Lanang, Tlogo nirmolo, dan Tuk Pitu). Dan memang kalau diteruskan merupakan kepanjangan dari patahan ini.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s