gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

Pengenalan Allah itu setelah pertemuan Juli 9, 2010

Filed under: Loker Kajian Agama — gogo @ 5:07 am

Mengenal Allah itu sangat penting. Beragama tanpa mengenal Allah, yakni tanpa mengenal Pemilik Nama hanya akan menjadikan kegiatan peribadatan semu atau bahkan sia-sia. Bukankah awal dari beragama itu mengenal Allah?

Tanpa mengenal Allah, apa saja bentuk pengabdian yang dikerjakan tidak mencapai kesempurnaan. Sebab, pengabdian harus karena Allah saja. Ibadah yang dikerjakan bukan karena Allah akan tertolak. Hanya Allah yang dapat mengaruniai ganjaran yang baik atas orang yang secara tulus mengabdi kepadaNya.

Seseorang dikatakan mengenal Allah adalah setelah pertemuan dengan Dia. Namun, pertemuan dengan Allah di dunia ini oleh mayoritas pemeluk Islam masih didustakan.

Beramal saleh sebagai perwujudan peribadatan kepada Allah pun barulah sebatas salah satu syarat untuk menemuiNya. Sedangkan, supaya mengenal Allah dengan sebenar-benarnya, setiap insan yang ingin mengenalNya harus bertemu dengan Allah terlebih dahulu. Tidak ada pengenalan yang lebih sempurna, kecuali hanya setelah pertemuan.

…. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. (QS: 18 : 110)

Mengenal Allah bukan hanya mengenal namaNya atau hanya mengetahui Dia adalah Pencipta langit dan bumi. Pengenalan sebatas ini belum cukup bagi orang yang benar-benar ingin mengenalNya. Pengenalan yang demikian lebih tidak cukup lagi bagi orang yang tidak ingin kafir dan mati dalam kekafiran. Allah berulang kali mengingatkan akan pentingnya pertemuan denganNya.

Menurut salah satu ayat di dalam al Qur’an, orang kafir adalah orang yang (1) tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan (2) tidak beriman kepada perte-muan denganNya.

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmatKu, dan mereka mendapat azab yang pedih. (QS 29 : 23).

Agar tidak kafir, maka setiap orang harus beriman kepada al Qur’an dan pertemuan dengan Allah. Lalai terhadap hal ini akan menyebabkan kerugian yang tidak terhingga, yakni mati dalam kekafiran.

Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. (QS 2 : 161)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS 3 : 91)

Di dalam al Qur’an disebutkan bahwa amal ibadah orang yang mengingkari ayat Allah dan pertemuan dengan Dia tidak dinilai oleh Allah sedikitpun.

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (QS 18 : 103 sd 106)

Ayat di atas mengandung makna yang sangat tegas. Walaupun berbagai ibadah dilakukan seperti bolak balik ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, berpuasa puluhan Ramadhan, berzakat dan sholat lima waktu di masjid, maka semua itu tidak dinilai sama sekali jika dua hal kekafiran yang disebutkan di atas masih diingkari.

Pengenalan Allah itu diawali dari mengenal Af’al, Asma, Sifat dan kemudian mengenal DzatNya. Yang dimaksud dengan Af’al adalah tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan di bumi serta pada diri sendiri. Asma adalah nama. Allah memiliki sejumlah nama yang indah. Sifat adalah atribut yang melekat pada Dzat Allah sesuai AsmaNya. Jika Asma Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, SifatNya pun adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dzat adalah Yang Hidup dan Kuasa mengatur segala urusan di langit dan di bumi, termasuk kuasa mengkaruniai rasa kasih dan sayang. Setiap saat Dzat ini dalam kesibukan mengurus makhlukNya karena semuanya meminta kepadaNya.

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadanya, setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS 55 : 29)

Pertemuan dengan Allah didasarkan atas janjiNya sendiri yang dapat dipahami di dalam al Qur’an. Pertemuan tersebut bukan hasil pikiran, rekayasa atau cerita para tokoh sufi yang terkesan mabuk atau gila Tuhan. Di dalam al Qur’an disebutkan juga bahwa Allah tidak menyalahi janjiNya.

Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 29 : 5)

Pada ayat ini tampak jelas, bahwa janji Allah yang dimaksud diawali dengan pernyataan, bahwa janji itu hanya untuk orang yang mengharapkan pertemuan dengan Dia. Dengan kata lain, janji itu tidak berlaku bagi orang yang tidak mengharapkan atau tidak meyakini pertemuan denganNya itu, apalagi mengingkari pertemuan tersebut. Bagi pendusta ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, Allah telah menetapkan ketentuan bagi dirinya.

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS 10 : 7 dan 8)

Dari pemahaman ayat ini dapat dipahami bahwa bagi orang yang tidak meyakini al Qur’an dan pertemuan dengan Allah adalah orang yang berputus asa yang nantinya menempati neraka. Padahal pertemuan denganNya telah diberitahukan oleh Allah melalui ayat-ayat yang jelas. Oleh karena itu, siapa tidak meyakini ayat-ayatNya, mana mungkin akan meyakini pertemuan dengan tersebut.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s