gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

Rejang Lebong Bergolak Juli 8, 2010

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 6:15 am

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak dua pleton pasukan dari Dalmas dan Brimob berjaga-jaga di halaman DPRD RL. Kapolres RL, AKBP. Umar Sahid bersama Dandim 0409/RL, Letkol. Inf Bedali Harefa dan dan Danyon 144/JY, Letkol M.Andi pun turun langsung memantau keadaan.

Kronologis demo? Awalnya massa berkumpul di Sekretariat kediaman HJ di Jalan Gajah Mada. Setelah itu massa berbondong-bondong menuju halaman gedung DPRD. Pengamanan dilakukan ketat dan berlapis.

Sesampai di halaman gedung DPRD, Koordinator massa pun secara bergantian berorasi di atas mobil yang telah disiapkan. Berbagai kertas karton yang berisikan tulisan-tulisan pun tampak dibawa massa.

Sambil berorasi, beberapa kali massa yang meminta agar tahapan Pilkada ditunda, meminta agar anggota dewan turun menemui mereka. Akhirnya dengan dikawal ketat petugas kepolisian, belasan perwakilan massa dipersilakan bertemu anggota dewan di lantai dua gedung DPRD. Tampak hadir Ketua KPU RL Halid Saifullah, SH, Ketua Panwaslu RL, Almaini, S.Kep, M.Kes serta utusan pihak kepolisian. Pertemuan dipimpin pimpinan dewan, Suhardie, DS,SH.

Tak berapa lama kemudian, Kapolda Bengkulu, Kombes Pol Burhanudin pun menyempatkan diri berkunjung ke gedung dewan, sekaligus memantau langsung jalannya unjukrasa. Setelah sempat berbincang-bincang dengan Kapolres, Dandim dan Danyon akhirnya Kapolda kembali pulang.

Massa – Aparat Saling Dorong

Sementara itu, meski sempat berjalan alot, namun pertemuan antara dewan dan perwakilan demonstran tetap membahas tuntutan massa. Lamanya keputusan yang tak kunjung keluar dari pertemuan itu, membuat massa semakin memanas. Hingga akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB, massa pun mulai merangsek maju ke barisan petugas Dalmas yang sudah siap siaga. Di saat terjadi dorong-dorongan, sempat ada beberapa benda yang melayang, yang diduga dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Saat aksi dorong-dorongan terjadi, petugas lantas mengamankan seorang warga dari tengah kerumunan, dan membawanya ke dalam gedung dewan. Namun untuk mencegah amuk massa, tak berapa lama kemudian oknum yang diamankan akhirnya dilepaskan. Sebelumnya, petugas sempat mengamankan seorang pria yang diduga penyusup, hingga sore kemarin pria tersebut masih diamankan di Mapolres.

Saat hari menjelang sore, kondisi semakin memanas. Sekitar pukul 16.05 WIB massa yang tak sabar semakin terpancing karena anggota dewan yang tak kunjung menemui mereka. Akhirnya tak berapa lama kemudian, anggota dewan H.Buyar, S.Ag, MM langsung berorasi di atas mobil. Kepada massa Buyar pun mengatakan, bahwa apa yang dituntut oleh massa sudah disetujui dewan.

“Semua yang kalian tuntut sudah kita setujui. Kita tidak akan merekomendasikan ke Mendagri dan juga ke Gubernur, Cabup yang menang, sebelum putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) turun. Dan juga kita setujui agar tahapan Pilkada ditunda, sampai adanya keputusan hukum dari MK,” ujar Buyar disambut tepuk tangan massa.

Ditambahkan anggota dewan lainnya, Yurizal, MBE bahwa dewan telah merekomendasikan pelanggaran Pilkada untuk diproses secara hukum dan perundang-undangan yang berlaku. “Tahapan Pilkada tetap dilanjutkan, serta merekomendasikan penundaan pelantikan sampai ada keputusan di MK. Rekomendasi ini akan di tembuskan ke Mendagri dan Gubernur,” ujar Yurizal.

Kurang puas, Ketua Panwaslu, Almaini, S.Kep, M.Kep pun ikut berbicara di depan massa. Ditegaskan Almaini, pihaknya akan menindaklanjuti seluruh laporan pelanggaran yang masuk ke Panwaslu. “Termasuk laporan VCD yang terindikasi ada dugaan money politics yang saat in sudah ada di penyidik,” ujar Almaini.

Tak berapa lama kemudian, Cabup Ahmad Hijazi, SH, M.Si pun tiba di lokasi. Massa yang melihat itu tampak bertepuk tangan. Tak berapa lama kemudian, Hijazi berorasi untuk menenangkan massanya. Hijazi pun mengajak agar seluruh penndukungnya untuk kembali ke Gajah Mada. “Saudara-saudaraku semua apa yang kita tuntut sudah dipenuhi anggota dewan, sekarang kalau kalian sayang sama aku mari kita ke Gajah Mada kita santai-santai dulu,” ajak Hijazi. Tak berapa lama kemudian, massa perlahan-lahan bubar. (Rakyat Bengkulu..Kamis, 08 Juli 2010 05:25:30)