gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

Nilai Keterbukaan Juli 7, 2010

Filed under: Loker Kumpulan Tulisan — gogo @ 6:03 am

Semua pemerintah dmana pun dan kapan pun dsepanjang perjalanan sejarah dunia setidaknya memiliki sebagian kecendrungan untuk memberlakukan kerahasiaan2 tertentu dalam menjalankan roda pemerintahan.Hal tersebut merupakan naluri manusia yang lumrah adanya,yg juga merupakan naluri alamiah sebuah pemerintah.Masyarakat yg berkeinginan memperjuangkan keterbukaan secara serius sebagai sebuah nilai harus merancang sederetan peraturan yg bertujuan mendukung keterbukaan lebih dari yg dperkirakan sebagai masuk akal pada awalnya guna melawan kecenderungan inheren dari pemerintah untuk memberlakukan kontrol,sensor, dan kerahasiaan.
Di zaman modren ini kita semua dtantang oleh perkembangan2 yg mencengangkan dibidang komunikasi,sebagaimana yg terjadi dengan revolusi percetakan pada dunia pers.Semua perkembangan tersebut menjanjikan perubahan dramatis dalam cara2 kita mengumpulkan,menyimpan,men

gorganisir, dan mengkomunikasikan informasi.Suatu bangsa yg punya komitmen untuk menciptakan budaya terbuka akan memperjuangkan ekspresi dan nurani manusia dengan segala variasinya yg mengagumkan, dan memberikan perlindungan yang berarti terhadap kebebasan berbicara,kebebasan pers,beragama,berkumpul,dan kebebasan melakukan protes masal.Kebebasan2 ini tidak hanya dperluas sampai ke wacana2 politik,tetapi juga ke ranah2 lain tanpa batas seperti pencarian2 di bidang kesenian,keilmuan,agama,filsafat yg memotret dan mengembangkan imajinasi manusia.
Masyarakt yang bertujuan mengadopsi keterbukaan sebagai sebuah nilai yg punya arti luas tidak sekedar memberikan ruang kepada warga untuk menggunakan hak kebebasan ekspresi individunya secara luas, akan tetapi maju satu langkah lagi ke depan, dan secara nyata membuka proses2 perdebatan di dalam pemerintahan itu sendiri ke depan mata dan telinga masyarakat.Di dalam budaya keterbukaan yang sejati, aturan lumrah yg berlaku adalah pemerintah tidak melangsungkan urusannya di belakang pintu-pintu tertutup.Secara rutin, prose2 legeslatif, administratif, dan hukum haruslah terbuka untuk PUBLIK.
Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s