gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

Aktivitas Gunung Api Kaba Meningkat Lagi November 9, 2010

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 11:30 am

Rakyat Bengkulu

Minggu, 07 Nopember 2010 22:50:36

Ketua Pos Pengamatan Vulkanologi Gunung Kaba, Sigit Widianto membenarkan hal ini. Dikatakan Sigit, seperti inilah tipe gunung Kaba yang telah lama tidur yang mulai menggeliat sejak meletusnya Merapi di Pulau Jawa. Aktivitasnya sangat sulit diprediksi. Terkadang menurun, setelah itu secara tiba-tiba aktivitasnya meningkat.

“Namun sejauh ini, kami masih memperlakukan gunung itu status waspada, belum ada perkembangan signifikas. Hanya ada peningkatan aktivitas gempa vulkanik, itu saja,’’ ujarnya.

Juru kunci Gunung Kaba, yang biasa disapa oleh warga sekitar dengan sebutan Mbah Katup (81) mengaku belum mendapatkan tanda-tanda kalau Gunung Kaba bakal meletus. Ditemui RB di kediamannya yang berada di kaki Gunung Kaba, Mbah Katup mengatakan, biasanya kalau Gunung Kaba akan meletus, banyak hewan-hewan yang akan turun dari gunung.

“Saya ikut sama petugas pos Vulkanologi saja. Saya tidak mau membuat masyarakat resah. Belum bisa diprediksi kapan Gunung Kaba ini akan meletus,” jelas Mbah Katub. Untuk diketahui Mbah Katub sendiri sudah 38 tahun tinggal di kaki Gunung Kaba.

Selama ini, Mbah Katub dipercaya oleh masyarakat sekitar, sebagai juru kunci Gunung Kaba. Tak jarang pendaki gunung ataupun masyarakat luar yang ingin naik ke puncak Gunung Kaba meminta petunjuk atau minta diantar langsung ke tempat yang dituju. Terkait status waspada Gunung Kaba, Mbah Katub mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir, sebab sampai saat ini kondisi masih aman.

“Selain dari sisi ghaibnya, dari segi ilmu kegunungannya kondisi Gunung Kaba saat ini masih aman. Tapi, bukan berarti kita lenggah, karena aktivitas gunung api ini sulit diprediksi,” jelasnya.

Para pendaki diimbau Mbah Katub yang berdarah jawa in, untuk tidak mendekati puncak gunung, dan mentaati pantangan-pantangan yang sudah ditetapkan. Diantaranya tidak berteriak, tidak berbicara kotor, dan tidak melempar kawah dengan benda apapun.

“Kalau ada pendaki yang melihat ada asap tebal keluar dari kawah, berarti penghuni gunung ini, sedang menegur. Jadi jangan dilanggar pantangan-pantangan yang sudah ditetapkan. Kalau mau mendaki silaka, tapi hati-hati saja. Dari pengamatan ghaib saya, sampai saat ini Gunung Kaba masih dalam keadaan aman,” ujar Mbah Katub.

Sebagaimana pernah dikemukakan Kepala Bappeda Provinsi, Ir Nashsyah, MM, MT Gunung Kaba saat ini masih berstatus gunung aktif dengan strato tipe A. Untuk itu, dengan melihat intensitas Gunung Kaba masyarakat harus berhati-hati.

Kegiatan Gunung Kaba sendiri yang tercatat dalam waktu sejarah mulai pada abad 19 dan terakhir pada abad 20. Yakni pada tahun 1833 hingga tahun 1971, tercatat tidak kurang dari 22 kali kenaikan kegiatan/erupsi.

Dalam sejarah kegiatannya, Gunung Kaba pernah menimbulkan korban manusia 126 meninggal dunia pada tahun 1833. Sedangkan pada tahun 1971 hanya ditandai dengan hembusan solfatra berintensitas sedang di kawah besar. Dan ditandai dengan hembusan solfatara berintesitas lemah di kawah kecil.(fiz)

 

Agusrin Ngotot Jembatan Muara II Dilanjutkan Agustus 17, 2010

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 7:31 am

Agusrin Ngotot Jembatan Muara II Dilanjutkan

RB. Minggu15 Agustus 2010

Namun setelah dipastikan terpilih kembali menjadi Gubernur Bengkulu periode kedua, 2010 – 2015, Agusrin bertekad melanjutkan proyek besar tersebut. Dia yakin bila jembatan Muara II selesai dibangun, maka kawasan Pantai Bengkulu akan semakin elok dan terang benderang di malam hari. Penegasan ini disampaikan Gubernur usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi dengan agenda mendengarkan pendapat dewan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur, Sabtu (14/8) kemarin.

“Pembangunan yang sudah dimulai tentu akan tetap diteruskan, untuk kereta api dan jembatan muara II ini pasti dilanjutkan. Kemudian untuk pembangunan pabrik semen inikan terkendala pembebeasan lahan. Tapi memang ada beberapa hal yang harus dikaji dan diperhitungkan lagi, makanya masukan dewan akan kami jadikan catatan untuk kedepannya,” imbuh Agusrin.

Proyek jembatan Muara II senilai Rp 10 miliar sempat dikerjakan sampai pemasangan tiang pancang jembatan. Namun proyek ini terhenti karena hasil audit BPK RI, pengerjaan proyek ini diduga merugikan Negara miliaran rupiah.

Selain jembatan Muara II, Agusrin juga bertekad melanjutkan program-program mercusuar lainnya yakni pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Kota Padang (Rejang Lebong) menuju Pelabuhan Pulau Baai. Agusrin juga ingin melanjutkan program pembangunan pabrik semen.

Pembangunan dua megaproyek itu akan mulai dilanjutkan tahun 2011 mendatang, menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan menarik investor.

Dikritisi Anggota Dewan

Sementara itu, dalam paripurna pendapat dewan yang dibacakan oleh anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Drs. Inzani Muhammad, mengkritisi beberapa hal. Diantaranya proyek multiyears yang dinilai tanpa perencanaan matang. Hasilnya pembangunan rel KA, pabrik semen dan jembatan muara II tak kunjung tuntas.

“Untuk ke depannya pembangunan yang akan dilakukan di Bengkulu, diharapkan melalui kajian dan studi kelayakan terencana. Sehingga apa yang dibangun bisa tuntas tanpa masalah dan segera bisa dimanfaatkan. Seperti pabrik semen, stasiun kereta api dan jembatan muara II, saat ini tidak tuntas sedangkan anggaran sudah terserap hingga miliar rupiah,” ungkap Inzani.

Untuk diketahui, mekanisme rapat paripurna dewan saat ini berbeda dengan mekanisme sebelumnya. Bila dulu ada pendapat anggota dewan dan pendapat fraksi, sekarang tidak ada lagi. Yang ada, hanya pendapat dewan saja dan dibacakan oleh satu orang anggota dewan yang mewakili.

Selain menyoroti pembangunan proyek-proyek mercusuar, anggota dewan juga menyoroti masalah mutasi dan penerimaan CPNS. Mutasi menurut dewan kerap dilakukan tanpa mempertimbangkan kemampuan seseorang, bahkan cenderung karena permainan uang di dalamnya. Sedangkan penerimaan CPNS yang enggan menggunakan Unib, justru memperkuat unsur dugaan KKN yang terjadi di dalamnya.

Terkait kritik anggota dewan ini Gubernur Agusrin tidak membantah atau membenarkan. Dia malah berterimakasih atas masukan dewan. Karena menurutnya memang ada hal-hal yang dilakukan oleh Pemda masih belum baik dan perlu ada perbaikan. Ia juga tidak mau mengklaim sukses atas apa yang ia sudah lakukan untuk mutasi dan CPNS.

“Semuanya akan kita perbaiki dan evaluasi hingga ke depannya menjadi lebih baik, termasuk dalam CPNS hingga mutasi. Terima kasih saya ucapkan atas masukan dari dewan ini, inikan untuk kebaikan bersama,” pungkas Agusrin.

Syamlan-Agusrin Cipika-Cipiki

Menariknya usai paripurna yang dihadiri lengkap oleh Gubernur Agusrin dan Wagub Syamlan ini, dewan dan Agusrin cukup mesra dengan berpelukan dan cipika-cipiki (cium pipi kanan dan kiri) sambil mengucapkan selamat atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan incumbent tersebut. Pemandangan ini cukup menjadi perhatian hadirin yang ikut sidang paripurna, karena sebelumnya hubungan eksekutif dan legislatif sempat memanas terkait persoalan Pilkada.

“Kami hanya bersilaturahmi dan mengucapkan selamat kepada gubernur, karena telah menang dalam Pemilukada dengan putusan MK yang menolak gugatan pemohon. Ini hal yang biasa saja sebagai pemerintah yang saling bekerjasama,” ungkap Ketua Fraksi Demokrat Firdaus Djailani.

 

Dijadwalkan, Pelantikan Bupati Seluma 18 Agustus

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 7:26 am

Dijadwalkan, Pelantikan Bupati Seluma 18 Agustus

RB.Sabtu, 14 Agustus 2010

‘’SK dari Mendagri sudah ada. Sekarang tinggal pelantikan. Karena yang melantik Gubernur, jadwalnya menyesuaikan dengan agenda Gubernur. Informasi terakhir, pelantikan akan dilakukan tanggal 18 Agustus,’’ ungkapnya.

Pelantikan Bupati-Wabup Seluma terpilih direncanakan setelah pelantikan carateker Bupati Kaur. Sedangkan untuk tempat pelantikan, direncanakan di ruang rapat paripurna DPRD atau di Gedung Daerah Serasan Seijoan. ‘’Informasi terakhir yang kita terima, pelantikan Bupati-Wabup Seluma terpilih dilaksanakan tanggal 18 Agustus. Mudah-mudahan saja tidak mengalami kemunduran,’’ tutur Syaiful Anwar Dali.

Terpisah Bupati Seluma terpilih H. Murman Effendi, SH, MH usai salat Jumat di Tais kemarin, menyerahkan sepenuhnya dengan Gubernur yang akan melantik. Kata dia, tergantung dengan orang yang melantik. Sedangkan dirinya untuk masalah waktu menyesuaikan.

‘’Informasinya memang dijadwalkan tanggal 18 Agustus pelantikan. Mudah-mudahan saja tidak mengalami pengunduran. Tapi, kalau lebih cepat akan lebih baik,’’ katanya mengakhiri.

 

Rekomendasi Dewan Kota Minus PAN dan Demokrat

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 7:24 am

Rekomendasi Dewan Kota Minus PAN dan Demokrat

RB.Minggu, 15 Agustus 2010

Sekretaris Fraksi Demokrat Hendrik Hutagalung menegaskan, Demokrat tidak include dalam rekomendasi yang dikirimkan tersebut. Menurutnya keputusan tersebut diambil secara profesional, bukan karena Demokrat merupakan partai yang diketuai Wakil Walikota H. Edison Simbolon, S. Sos.

“Ini merupakan keputusan fraksi yang tidak menolak penyelenggaraan CPNS 2010. Kita sudah melakukan pembahasan terkait persoalan ini. Meskipun posisi Sawaludin sebagai Ketua DPRD, namun sebagai anggota fraksi dia harus ikut. Keputusan ini tidak ada sangkut pautnya dengan Wawali,” terang Hendrik.

Dikatakan Hendrik, dalam penyampaian pandang fraksi beberapa waktu lalu, pihaknya tidak pernah mengatakan penolakan. Namun pihaknya meminta Pemda untuk mendahulukan honorer. Dimana dalam prosesnya dapat dilakukan sambil berjalan

“Kita tidak akan menolak rekruitmen CPNS selama itu masih mengikuti aturan, cuma kita minta perhatikan honorer. Silakan kalau memang teman-teman yang lain menilai kita sebagai pengkhianat ataupun apa terkait sikap kita. Yang pasti Demokrat mendukung pemerintahan selama berada di jalur yang benar,” imbuh Hendrik.

Senada pernyataan Ketua Fraksi PAN Ahmad Badawi Saluy, SE,MM. Bahwa pihaknya tidak termasuk dalam surat yang dilayangkan ke Men PAN tersebut. Lantaran pembahasan CPNS yang dilakukan di internal dewan tidak sesuai dengan mekanisme. Dalam undangan yang disebarkan ke anggota tidak dilakukan penjelasan akan membahas soal CPNS.

“Kami professional saja undangannya kan jelas internal tentang raperda APBD tahun 2009, tidak ada pembahasan CPNS apalagi penyusunan rekomendasi. Makanya kami tidak mau dimasukan dalam rekomendasi tersebut. Pun dalam pandangan fraksi kita tidak pernah membahas CPNS,” tegas Badawi.

Di lain pihak, srikandi Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK), dr Anarulita Muchtar, S.Akp mengatakan secara pribadi dirinya pun tidak mau ikut-ikutan dengan keputusan lembaga tersebut. Selain dirinya sendiri tak datang saat paripurna internal, dirinya melihat persoalan CPNS adalah permasalahan yang memerlukan pembicaraan khusus.

Menurut Ana, saat ini mau tidak mau CPNS harus tetap dilaksanakan, namun harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Apalagi, harus diakui untuk Kota Bengkulu CPNS merupakan sektor yang handal untuk mengurangi angka pengangguran yang setiap tahun selalu meningkat.

“Harus diakui, kita masih kurang dokter saat ini. Seperti di pustu masih banyak yang minus dokter. Pun guru-guru, idealnya saat ini Pemda Kota sudah saatnya melakukan penambahan SMP dan SMA ditiap kecamatan, sehingga kasus penambahan kelas tidak akan terjadi. Siswa yang keluar dari tiap SD dapat terakomodir dengan baik. Selain itu tidak dibutuhkan cost yang terlalu besar bagi siswa jika sekolahnya sudah ada di kecamatan sendiri. Makanya kita masih tetap butuh guru lagi, bukan malah menghilangkan CPNS,” tegas politisi PNBK tersebut.

Kirim Rekomendasi

Sementara itu kemarin DPRD Kota memenuhi janjinya menyerahkan surat rekomendasi pembatalan seleksi formasi CPNS Kota Bengkulu tahun 2010. Dalam surat bersifat penting bernomo : 170/535/B.XV/2010 dengan perihal rekomendasi penundaan penerimaan CPNS tahun 2010 tersebut berisi 5 klausul pertimbangan pembatalan yakni minimnya kemampuan keuangan daerah, tidak ada jaminan dari Pemda

Kota Bengkulu pelaksanaan CPNS bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, tidak ada pemerataan tenaga PNS di Pemda Kota, masih banyaknya tenaga honorer yang belum masuk dalam data base dan memperioritaskan honorer jadi PNS serta tidak ada penambahan anggaran APBN untuk menambah CPNS. Surat tersebut dilayangkan ke Men PAN dan RB, dan ditembuskan ke BKN regional Palembang, Menteri Keuangan dan Walikota Bengkulu.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Patriana Sosialinda mengatakan pengiriman surat rekomendasi pembatalan secara kelembagaan itu dilakukan sebagai bentuk kekuatan sikap dewan, untuk mengawal pelaksanaan pemerintahan Kota Bengkulu yang memiliki legitimasi yang dapat dijadikan pegangan dewan pada masa yang akan datang.

Sehingga sekalipun pihak eksekutif telah memberikan surat pemberitahuan pembatalan seleksi formasi CPNS Kota Bengkulu tahun 2010 ke DPRD Kota Bengkulu bernomor 800/772/BKD yang ditembuskan ke Badan Kepegawaian Negara, hal itu tidak merubah keputusan DPRD Kota Bengkulu untuk tetap melayangkan surat rekomendasi secara tertulis.

“Kita akan tetap konsisten tidak akan menyetujui penerimaan formasi CPNS tahun 2010 karena kondisi keuangan daerah yang minim dan mengalami defisit anggaran cukup besar, namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan bila penerimaan CPNS akan dilakukan Pemda Kota di awal tahun 2011,” tegas Linda.

Terkait dengan indikasi surat tersebut tidak ditanda tangani Ketua DPRD Kota, Sawaludin Simbolon, Wakil Ketua II, DPRD Kota, Irman Sawiran tidak terlalu mempermasalahan hal tersebut. “Kalau memang Sawaludin tidak mau tanda tangan ya silakan, yang penting dua unsur pimpinan sudah tanda tangan. Dan surat kami layangkan,” pungkas Irman Sawiran.

 

Lagi, Demo Warga Teluk Sepang Juli 13, 2010

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 4:42 am

RB, Rabu, 9 Agustus 2006
Perjuangan warga Teluk Sepang agar terbebas dari ancaman abrasi pantai akibat penggalian pasir, terus berlanjut, kemarin, warga yang tergabung dalam aliansi 371 {Gabungan LSM Walhi dan Mahasiswa} menggelar aksi simpatik di tugu kapal simpang lima, Kantor Walikota dan DPRD Kota, DPRD Propinsi dan Pemprop Bengkulu.
Aksi ini tujuannya meminta dukungan dari masyarakat, pejabat dan Wakil Rakyat agar Walikota Bengkulu H.A. Chalik Effendi, SE segera mencabut SK No 371 tentang perizinan pengambilan pasir hasil sedimentasi di tanjung ketaping Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Aksi ini menggunakan 2 unit mobil dan sejumlah motor dimulai dari Unib depan pukul 11.00 WIB. Seterusnya mengusung spanduk hijau bertuliskan “Selamatkan 1.800 Jiwa Masyarakat Teluk Sepang Dari Penambangan Pasir Yang Merusak Lingkungan”, pendemo tiba di tugu simpang lima. Sekitar 20-an anggota aliansi yang di komandoi Gogo menggelar orasi.
Kami mohon dukungan masyarakat agar Walikota mencabut SK No 371 tahun 2005. warga Teluk Sepang kini merasa terancam, kata orator melalui pengeras suara ditangannya. Beberapa anggota aliansi menyebarkan selebaran kepada pengguna jalan. Inti dari selebaran tersebut meminta agar Walikota mencabut SK No 371. ini amanat dari warga,” kata Gogo.
Warga sendiri sudah menyamapaikan somasi ke Prasiden dan Mendagri agar merekomendasikan ke Walikota Bengkulu mencabut SK No 371 tersebut. “somasi ke Presiden dan Mendagri sudah dikirim 17 Juli lalu,” demikian kata Gogo.
Menariknya setelah 10 menit berorasi di tugu simpang lima. Aliansi 371 melanjutkan aksi ke halaman Pemkot kota. Mereka bermaksud menemui Walikota Bengkulu H.A Chalik Effendi, SE namun Walikota tak berada di tempat, pejabat kota tak satupun yang menemui pendemo. Massa akhirnya ngluruk ke DPRD kota.
Sekkot Bengkulu Drs. H Arifin Daud, SH yang diwawancarai terpisah mengatakan, penutupan lokasi tambang pasir di Teluk Sepang sedang dibahas di Pemkot Bengkulu dengan Beppedalda Propinsi Bengkulu.
Minta dukungan Pemprop.
Dari Pemkot, 20 aktivis peduli lingkungan ini mendatangi Kantor Gubernur terhadap penutupan tambang pasir di Teluk Sepang. Rombongan diterima Kakan Satpol PP Propinsi, Helmi Iskandar dan Kasubbid Kesbang Linmas Propinsi, Redo Azhari.

 

Tambang Pasir Teluk Sepang Pasti Ditutup

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 4:38 am

Bengkulu Ekspres, Rabo, 9 Agustus 2006

Aliansi 371 Demo Ke Pemkot, DPRD Kota dan Pemprop
Ratu Samban, BE-Tuntutan warga teluk sepang dan pencinta lingkungan agar tambang pasir yang ada diteluk sepang ditutup, terkabul. Meskipun dalam aksi demo yang dilakukan massa aliansi 371 terdiri dari masyarakat teluk sepang, palasostik, mahupala, kelopak, pafe, FKMB, Kanopi, Gemini, Karti, KPA SMAN 4 dan Walhi Bengkulu, mereka tidak bertemu dengan pejabat Pemkot, namun penutupan tambang pasir teluk sepang ini akan segera dilakukan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Kota Bengkulu Drs. H. Arifin Daud, SH usai rapat Panggar ketika dikonfirmasi BE, kemarin. Tuntutan warga teluk sepang tersebut telah ditindak lanjuti. Secara intern antara pemda kota dan Bapedalda Propinsi telah melakukan rapat membahas masalah ini, katanya.
Menurut sekkot, pemda kota sendiri pada bulan april lalu telah melakukan rapat merencanakan penutupan tambang pasir ini. Hal ini segaja tidak serta merta direalisasikan untuk memberikan waktu pada warga yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh pasir ditambang pasir tersebut untuk mencari pekerjaan baru. Sebab dengan ditutupnya tambang pasir ini otomatis buruh sekop kehilangan mata pencahariannya.
Kita tak mau ada gejolak dengan adanya penutupan tambang pasir. Warga kita yang bekerja sebagai buruh pasir harus diberi kesempatan untuk mengubah pekerjaannya, katanya.
Sementara sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, massa aliansi 371 yang berjumlah 10 orang melakukan aksi di tugu kapal simpang lima. Mereka mengajukan tuntutan yang berbunyi”stop penambangan pasir di pantai teluk sepang dan cabut SK Walikota No 371 tahun 2005 tentang izin pengambilan dan penjualan pasir di tanjung ketaping kelurahan teluk sepangkecamatan kampung melayu kota bengkulu.
Menurut para demonstran ini keberadaan tambang pasir ini sangat membahayakan warga setempat. Dengan tingkat abrasi yang tinggi akibat kegiatan penambangan pasir, rumah-rumah warga terancam terserang air laut karena jarak rumah dengan bibir pantai sangat dekat.
Selamatkan 1800 jiwa warga teluk sepang dari penambangan pasir yang merusak lingkungan. Demikian tulisan di spanduk berwarna hijau yang mereka bawa.
Setelah cukup puas berorasi di tugu kapal simpang lima, massa kemudian menuju kantor pemda kota bengkulu. Karena tidak ada pejabat pemkot yang dapat mereka temui, tak lama kemudian para demonstran ini bergerak menuju kantor DPRD Kota.
Di gedung dewan ini mereka kembali berorasi. “bapak-bapak anggota dewan yang terhormat, kami menuntut realisasi hasil kesepakatan saat rapat tanggal 3 agustus lalu bahwa tambang pasir teluk sepang ditutup. Kami beri deadline hingga tanggal 10 agustus mendatang. Bila tak juga ditutup, kami kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi. Dan mungkin bisa brutal,” ujar Koordinator aksi yang juga selaku manajer devisi tambang Walhi Bengkulu, Gogo saat berdemo kemarin.
Para demonstran ini hanya ditemui oleh seorang anggota dewan kota, Irman Sawira. Menurutnya, tuntutan warga telah ditindak lanjuti.
Minta dukungan Gubernur
Usai aksi DPRD Kota, massa kemudian melanjutkan aksinya menuju Pemprop. Mereka meminta dukungan Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin ST terkait penutupan penambangan pasir di pantai Teluk Sepang dan pencabutan SK Walikota No 371 tahun 2005.

 

SK Dicabut, Demo 1000 Warga Batal

Filed under: Loker Keliping Koran — gogo @ 4:33 am

Rakyat Bengkulu. Selasa, 15 Agustus 2006

Perjuangan warga Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu, kota Bengkulu agar lokasi tambang pasir di kelurahan setempat ditutup, membuahkan hasil. Walikota Bengkulu H.A Chalik Effendi SE secara resmi mencabut SK No 371 tentang izin penambangan pasir di Teluk Sepang. Perihal pencabutan itu disampaikan Walikota pada warga Teluk Sepang melalui surat resmi, kemarin (14/8).
“Alhamdulillah, tuntutan masyarakat Teluk Sepang telah dipenuhi Walikota. Walikota telah menandatangani surat No 199 tahun 2006 tentang penabutan Keputusan Walikota No 371 tahun 2005 tentang izin pengambilan pasir hasil sedimentasi di Tanjung Ketaping Kelurahan Teluk Sepang. Surat tanpa tanggal yang ditandatangani Walikota H.A Chalik Effendi, SE diantar ke Walhi Bengkulu Pukul 17.00 WIB tadi (kemarin,Red),”kata Supin, pengurus Walhi Bengkulu.
Dikatakan Supin, surat itu juga dikirim ke warga melalui Lurah atau RT setempat. Dengan keluarnya surat tersebut maka Walhi besok (hari ini, Red) akan datang ke Teluk Sepang untuk mensosialisasikan surat itu kepada warga. Ini juga berarti, rencana demo 1000 warga Teluk Sepang ke Pemkot, hari ini batal. “kata akan mengadakan pertemuan dengan warga Teluk Sepang besok (hari ini, Red). Kita tidak jadi ke Pemkot. Kita sosialisasikan pencabutan SK No 371 ini,” kata Supin di redaksi RB pukul 17.30 WIB kemarin.
Sebelumnya, Walikota menegaskan SK No. 371 ini akan dicabut jika memang mengakibatkan abrasi pantai di kelurahan setempat. Hal ini tentu, Walikota ingin agar rakatnya di Teluk Sepang aman. Disamping itu, warga Teluk Sepang dapat hidup tenang tanpa ancaman abrasi.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.