gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

CILILIN ASAL BENGKULU Maret 7, 2012

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 6:25 pm

NAMANYA KALAU GAK SALAH SNIPER..HEE..HEE OM MARYON PEMILIKNYA TINGGAL DI CURUP SIAPA YANG BERMINAT LANGSUNG AJA HUBUNGI BELIAU

 

 

Ciblek Tewas

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 5:36 pm

OM MARYON TURUT BERDUKA

 

Cucak Ijo Lagi Nembak

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 5:25 pm

CI GOGO CURUP BENGKULU

 

Tledekan, Sulingan, atau anis bambu, cacing awi, atau langa-longo Maret 1, 2011

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 12:56 pm
Tledekan, Sulingan, atau anis bambu, cacing awi, atau langa-longo

Tips memilih tledekan :
Jantan
Tlededan merupakan burung yang mudah di bedakan antara jantan dan betina.
Terutama dari warna, kita sudah bisa membvedakan nya, jantan memiliki warna yang lebih mencolok, kontras, cerah..Sedangkan betina memiliki warna yang kusam.

Gbr : Tledekan betina


Mental

Mental adalah fakktor utama terutama untuk kategori lomba,
ciri-ciri bermental baik:

* Rajin berkicau dan ngriwik

* Penampilan tenang, tegak atau menyerang bila diadu dengan tledekan lain sambil mengeluarkan suara andalannya, cari yg nyeklik !

* Untuk bahan bila didekati manusia, tidak takut tetap ngriwik atau berkicau dg jarak 30-100 cm

Suara
Cari suara yg tajam, kencang, bening, ngerol, ngeropel, dengan kecepatan suara rapat dan diakhiri dengan suara tembakan.

Warna
Cari warna yg cerah, biru dan merah batanya jelas, tidak kusut. Bila warna kusam, berarti asupan makanannya kurang bergizi dan dapat menandakan burung tersebut bermental atau dalam kondisi tidak b
aik.

Body
Cari yg mempunyai tubuh panjang dan ramping, kepala besar dg bagian atas LEBAR atau GEPENG, leher lebar (besar), mata besar (belo), dan warna bulu cerah yg biasanya mempunyai kesitimewaan:
* rajin berkicau * napasnya panjang * suara rapat, cepat, dan kencang * memiliki fibrasi atau alunan turun naik dan bergema * cerdas sehingga mudah menirukan suara burung lainnya (master)

Sorot Mata Tajam
Sorot mata tajam dapat mencirikan bahwa Tledekan tersebut bermental baik, dan sehat. Sebaiknya jangan dipilih burung yang bermata sayu karena dapat mencirikan bahwa mental burung tersebut lemah atau burung tersebut dalam keadaan kurang sehat.

Tidak cacat
Selain tidak sedang dipandang mata, Yang biasa mengalami cacat pada burung ini adalah bagian kaki, dan bagian sayap. Ini terjadi karena banyak dari tledekan yang ditangkap masih menggunakan jerat atau diganggu hama waktu kecil, maka bagian tersebut harus mendapatkan perhatian khusus ketika memilih burung Tledekan yang kita in
ginkan. (copjend) (Indraf)

Paruh
Pilih paruh dengan kontur blimbing, Tledekan yang memiliki kontur paruh belimbing diyakini mempunyai suara yang keras dan mental yang baik.


Perawatan Tledekan
Burung Tledek
an yang sehat dan terawat tentunya akan mempersembahkan kicauan yang indah bagi kita yang merawatnya. Penampilan yang sehat, dengan kicauan merdu dan variatif tentu menambah rasa sayang dan kebanggan kita terhadap klangenan kita. Perlakukan yang salah, pola makan yang tidak tepat dan kondisi tempat yang tidak layak bagi burung ini tentunya berakibat pada turunnya performa burung. Tledekan yang awalnya kita beli memperdengarkan kicauan yang merdu dan keras dengan pola perawatan yang salah tentunya lambat laun akan membuat Tledekan menjadi lemas dan malas, sehingga tidak mau lagi memperdengarkan bunyinya.

Kicauan bagi burung khususnya burung jenis petarung seperti tledekan bukan saja menjadi tanda terima kasih bagi burung bagi pemiliknya, namun secara naluriah merupakan cara burung tersebut untuk menandakan kehadirannya, baik untuk menarik pasangannya maupun tanda keberadaan akan daerah kekuasaannya.

Contoh Settingan Tledekan:
- Pagi-Sore jangkrik 3 ekor,
- Siang jam 12 kasih k
roto 1 sendok teh.
- Jemur jam 8 sampe jam 9 pagi.

- Mandinya tiap hari .

- Tiap hari tempelin masteran.

- Kalau di rmh ngga tledekan lain, kandang ngga perlu di krodong.

- Hindari tledekan melihat langsung MB.

Bisa sih di kasih voer setiap hari…apakah kita tega..??? sedangkang burung yg punya nama ilmiah Blue Flycatcher ini termasuk jenis burung pemakan serangga tulen… Alangkah baiknya di kasih serangga baik jangkrik/kroto 2/3 hari sekali..atau jangkrik tiap hari 2 pagi2 sore. biasanya burung pemakan serangga yang hanya diberikan voer saja sering mengalami banyak problem…masalah bulu, kesehatan yang cenderung menurun dan menjadi kurang dalam mengeluarkan suara.

Untuk tledekan bisa nyeklek atau stabil diperlukan umur yang sudah memadai sekitar kisaran diatas 3 thn. Dan kalau bisa jangan memelihara lebih dari satu burung tledekan karena akan ngefight terus dan bunyi nonstop.

Sangkar

Sangkar yang baik bagi Tledekan minimal mempunyai ukuran P:30x L: 30x T:50 cm, selain mudah dalam menempatkan pakan Tledekan yang cukup beraneka ragam, juga memungkinkan Tledekan untuk leluasa bergerak. Pada kasus burung sedang dalam kondisi mabung mencegah terjadinya kegemukan.
Kebersihan sangkar juga harus diperhatikan. Minimal dalam 2 hari sangkar dibersihkan dari kotoran (tinja) dan bekas makanannya. Kebersihan sangkar juga menghindari burung dari terjangkit penyakit. Kelengkapan standar bagi sangkar adalah : tenggeran dengan kondisi saat burung bertengger maka antara kuku kaki depan dan belakang tidak saling bertemu (terkena), tempat makan dan minum bisa terbuat dari mika atau porselein dan tempat kroto.

Pemandian dan Penjemuran
Pemandian dan Penjemuran bagi Tledekan merupakan sarat mutlak, Penjemuran selain merupakan sumber vitamin D, penjemuran dan pemandian yang rutin juga dapat mematikan kutu yang terdapat pada burung dan kandang burung juga membunuh bibit penyakit yang ada dalam sangkar. Penjemuran yang baik dilakukan pada rentang waktu pukul 07 sampai 10 pagi dengan waktu berkisar 2-3 jam tergantung dari burung itu sendiri, jika burung telah tampak gelisah dan membuka mulutnya maka penjemuran dapat disudahi.

Mabung
Proses ganti bulu merupakan proses alami yang terjadi pada semua jenis burung yang biasanya terjadi karena perubahan kondisi yang mendadak atau memang burung memasuki masa pergantian bulu. Selain untuk merecovery bulu yang sudah usang dan tua pergantian bulu juga merupakan proses alami burung dalam menghadapi perubahan dan masa umur burung.
Pada saat ganti bulu burung akan mengalami suatu masa yang sangat menyiksa, pada saat seperti itu maka dibutuhkan perawatan yang lebih intensif. Burung akan lebih pasif, ada yang berhenti berkicau dan jika tidak dijaga dari udara jahat maka akan mudah terserang penyakit. Karena proses pergantian bulu maka burung akan lebih sensitif terhadap perubahan cuaca, maka burung harus ditempatkan pada ruangan dengan kondisi yang sejuk dan menghindari dari gangguan lingkungan seperti suara burung lain yang terlalu keras, kucing, anjing, dan gigitan nyamuk dan suara bising lainnya serta angin jahat dan cuaca extreem.

Saat mabung merupakan saat yang tepat untuk memaster burung, karena pada masa ini burung menjadi pasiv. Mereka menyimak apa yang ada disekelilingnya, penggunaan kerodong juga berfungsi agar burung yang sedang dimaster tidak melihat masternya, karena beberapa burung enggan untuk menirukan suara master jika diketahui bahwa suara tersebut bukan berasal dari jenisnya.

tledekan juga mengalami proses mabung yang normal seperti burung2 lainnya. beberapa tledekan mengalami mabung dengan cara nyulam..apa mungkin sebelum mabung, tledekan tsb mengkonsumsi nutrisi yg berlebihan atau dalam melakukan penjemuran terlalu over waktunya.. (anton tegal)

Ada baiknya jika kita memelihara burung ini tidak menempatkan posisi kandang berdekatan dengan burung fighter lainnya. Seperti Murai Batu atau Kacer atau burung jenis tledekan sendiri. Dikarenakan burung Tledekan walaupun bertubuh kecil namun mempunyai jiwa petarung sehingga walaupun pada awalnya burung ini akan saling bunyi bersahutan. (untuk menandakan daerah kekuasaannya).

Namun secara jangka panjang akan merugikan karena dapat saja membuat mental burung ini menjadi Lemah karena berhadapan dengan burung dengan fisik yang lebih besar. Selain itu jika burung yang akan di lombakan secara terus menerus bersuara, maka ketika akan dilombakan burung tidak akan maksimal atau dalam istilah perburungan sering disebut Gembos. Jika terpaksa harus memelihara beberapa jenis burung fighter, baik jika dilakukan pengaturan jarak dan sudut pandang. Agar burung tidak saling melihat. (berbagai sumber)

 

Kemungkinan yang Terjadi pada Saat MB Dilombakan. Januari 31, 2011

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 2:55 am

 

Kemungkinan yang Terjadi pada Saat MB Dilombakan.

Saya ingin sekedar sharing tentang kemungkinan yang bisa terjadi pada saat MB yang kita pelihara mau kita turunkan pada sebuah lomba untuk pertama kalinya.
Kita asumsikan saja MB yang ada di rumah (MB peliharaan kita) sudah dalam kondisi gacor dan siap lomba dengan settingan EF yang sudah kita anggap ideal.
Kemudian kita ingin mengetahui, seperti apa kondisi MB ini jika dilombakan.
Maka, kemungkinan yang akan kita jumpai adalah sebagai berikut:

1. Si MB terdiam dan hanya loncat-loncat saja, sambil sesekali makan atau minum.
Artinya, si MB belum siap dibawa ke lapangan dan kemungkinan masih belum bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi lapangan.(Demam Panggung)
Ini adalah hal wajar yang umum dijumpai pada MB-MB muda dan 1/2 jadi yang cenderung belum mapan secara mental.
Jadi, jangan langsung berkesimpulan si MB dianggap tidak layak.

2. Si MB terkesan ganas dan mengejar musuh dengan cara menabrak sangkar dan sesekali berdiri tegak di tangkringan sambil memainkan ekor dan hanya sesekali berkicau.
Artinya, MB ini bertifikal fighter sejati. Sifat fighternya yang terialu tinggi mungkin bisa sedikit diredam dengan menurunkan porsi EF dan memandikan si MB sebelum dibawa ke lapangan.
Ada yang beranggapan MB seperti ini kurang bagus untuk dibawa ke lapangan. Jelas, ini anggapan keliru, sebab MB seperti inilah yang dikatakan sebagai MB tempur sejati. Hanya dibutuhkan kesabaran dalam membuat settingan agar MB ini bisa menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.

3. Si MB terlihat membuka sayap dengan lebar, lalu turun ke dasar sangkar dan tidak berkicau sedikitpun.
Artinya, si MB tidak dalam kondisi prima untuk di bawa ke lapangan. Bisa jadi fisik dan mental nya belum siap untuk dilombakan.

4. Si MB awalnya diam selang beberapa menit kemudian baru menunjukan sifat fighternya dan setelah itu baru mau berkicau.
Artinya, si MB termasuk jenis MB yang lambat panas.
Solusi untuk MB seperti ini adalah dengan sedikit menaikkan porsi EF dan kondisikan full krodong beberapa hari sebelum di bawa ke lomba.

5. Si MB terlihat tegak dengan gaya fighternya, tapi hanya berkicau dengan suara kecil sambil menundukkan kepalanya (seperti sujud) kemudian tegak lagi dan kembali sujud secara perlahan.
Artinya, si MB sedang bergaya merayu. MB seperti ini biasanya mengeluarkan gaya tersebut karena 2 faktor penyebab. Pertama karena si MB sedang dalam kondisi birahi dan kedua, adalah karakter gaya dari si MB itu sendiri.

6. Si MB berkicau dengan suara yang diulang-ulang.
Artinya, si MB belum dalam kondisi siap lomba (kurang masteran) atau bisa saja si MB tidak memiliki stamina yang cukup untuk lomba.

7. Si MB terkesan diam membisu dan mematung.(tidak bergerak pada saat diganggu.
Artinya, si MB secara mental sudah drop. Akan dibutuhkan waktu yang relatif panjang untuk membuat si MB ke kondisi semula.
Hal ini sering terjadi jika si MB berhadapan langsung dengan MB-MB lain yang bertipikal menekan.

 

Budidaya jangkrik sebagai pakan burung Januari 24, 2011

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 11:57 am

Budidaya jangkrik sebagai pakan burung

Sobat kicaumania, jangkrik dikalangan kita memang sudah menjadi kebutuhan yang selalu kita perlukan sebagai salah satu jenis pakan pavorite peliharaan kita. Pemberian jangkrik sangatlah mendongkrak performa dari burung-burung peliharaan kita. Akan tetapi dengan adanya kelangkaan suplai jangkrik akhir-akhir ini yang membuat harga eceran jangkrik membumbung tinggi serasa menjadi beban berat bagi kita semua. Apakah ini semua karena faktor kelangkaan atau hanya permainan semata…???? Kita sendiri kurang tahu karena batasan pengetahuan kita hanya ada pada level sebatas kita perlu dan membeli dari pengecer .
Apabila anda merupakan salah satu dari sekian banyak kicaumania yang mempunyai pemikiran sama, mungkin saja kita akan berpikir seandainya bagaimana kalau kita bisa berusaha sendiri untuk membudidayakannya. Berdasarkan atas situasi itulah maka penulis disini berusaha untuk mencarikan informasi pendukung tentang bagaimana kita bisa membudidayakan jangkrik itu sendiri.
Jangkrik bisa dibedakan lebih dari 100 jenis yang terdapat di Indones ,diantaranya adalah jenis Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus yang banyak dibididayakan khususnya untuk pakan ikan dan burungkicaua . Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.
Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer, hwambie,berbagai jenis burung kicauan lainnya serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung. Bila dilihat dari awal perencanaan , maka budidaya jangkrik harus mengikuti aturan lokasi sebagai berikut :
1.Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2.Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3.Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

Menurut beberapa sumber ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan usaha budidaya jangkrik :

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang. Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman. peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.
2. Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Calon IndukBibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif. Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
a. Indukan:
- sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
- kedua kaki belakangnya masih lengkap.
- bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
- badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
- pilihlah induk yang besar.
- dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
b. Induk jantan:
- selalu mengeluarkan suara mengerik.
- permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
- tidak mempunyai ovipositor di ekor.
- Induk betina:
- tidak mengerik.
- permukaan punggung atau sayap halus.
- ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.
2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.
3. Sistem Pengembangbiakan.
Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.
4. Reproduksi dan Perkawinan
Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.
Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).
5. Proses kelahiran
Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.
2. Pengontrolan Penyakit
Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
3. Perawatan Ternak
Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).
4. Pemberian Pakan
Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.
5. Pemeliharaan Kandang
Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

Hama dan penyakit

1. Penyakit, Hama dan Penyebabnya
Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.
2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit
Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.
3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

Panen

1. Hasil Utama
Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.
2. Penangkapan
Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.
Dari penjelasan tersebut diatas diharapkan kita para kicau mania punya inisiatif ataupun usaha untuk membudidayakan jangkrik itu sendiri.
Dikutip dari sumber terpercaya…!!!!

 

CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN KENARI

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 11:55 am

CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN KENARI

Banyak para hobies bingung memilih kenari bakalan yang akan di beli, sangat sulit membedakan dilihat dari postur tubuh bahkan ada yang langsung beli begitu melihat bodi yang besar dan tegap setelah sampai dirumah dan dipelihara kira-kira 3 bulan baru mereka bingung, kok burung kenari saya gak bunyi-bunyi mas. komplainlah mereka ke penjual burung tersebut.
itu sedikit pengalaman saya pada saat kongkow di penjual Kenari di Pasar Burung Denpasar.

Saya akan coba ulas sedikit mengenai cara membedakan kenari Jantan dan Betina atau bahasa kerennya Sexing.
Ciri jantan dan betina
Meskipun menentukan jenis kelamin kenari bukan hal yang mudah dan mereka yang sudah berpengalaman pun banyak menemui kesulitan, tetapi ini ada tips yang bisa digunakan (tetapi bukan hal yang mutlak):

  1. Sejak usia 3 hari pembuluh vena di sebelah perut akan turun menuju “ vent ( lubang angin / dubur ) dan akan menuju bagian depan dari “ vee “ yang ada dibagian depan “vent ,ini nampak pada burung kenari jantan yang masih muda. Tapi pembuluh vena ini tidak akan tampak pada kenari betina. Walaupun pembuluh ini ada di seluruh kenari jantan , akan lebih baik jika menganalisanya sebelum kenari jantan tersebut tumbuh bulu.
  2. Pada 5- 8 hari ,ambil semua anak-anak kenari yang terdapat pada sarang yang sama (satu indukan ) taruh ke handuk dan sejajarkan seperti posisi kuda balap yang ada pada pacuan kuda. Yang melompat paling jauh adalah kenari jantan.
  3. Burung- burung tersebut jika diperhatikan mempunyai pusat kaki bawah yang panjang sementara yang lainnya punya 3 telapak kaki yang memiliki panjang yang sama. Salah satu yang memiliki pusat kaki yang panjang akan sulit untuk bergabung dengan yang lain dan ini adalah kenari jantan. Kenari betina lebih mudah untuk bergabung karena ketiga telapak kakinya memiliki ukuran yang sama.
  4. Lihatlah bagian tulang belakang mereka. Di sepanjang tulang belakang kenari jantan warnanya lebih kaku dan lebih pekat . Untuk yang betina warnanya kaku dan pekatnya tidak sampai sepanjang tulang belakang. Dengan cara itu bisa diidentifikasi.
  5. Sebelum anaka-anak kenari tersebut berbulu. Liatlah ke bagian kepala mereka. Untuk yang jantan lebih pipih (datar).Untuk yang betina lebih bulat.
  6. Sekitar usia 6 – 7 hari anak2 kenari tersebut mulai membuka mata. Jika jantan maka matanya sejajar dengan paruhnya. Untuk yang betina, letak mata diatas paruh yang menyebabkan tampilan kepalanya lebih bundar.
  7. Ketika anak2 kenari diberi makan disarangnya oleh induknya .perhatikan tingkah laku anak2 tersebut. Yang berdiri paling tinggi , teriak paling keras dan yang paling ingin diberi makan duluan itu berarti yang jantan. Yang betina kakinya lebih pendek makanya mereka tidak berdiri tinggi dan karenanya mereka diberi makan lebih sedikit dibanding yang jantan.
  8. Usia 28- 30 hari beberapa kenari2 muda terlihat mempraktekkan suara mereka untuk berkicau dengan baik. Bukan yang paling awal berkicau itu yang terlihat paling baik, burung 2 tersebut hanya suka berlatih berkicau lebih awal saja.
  9. Sekitar 5 bulan atau 5 bulan lebih 2 minggu, kenari jantan bisanya warnanya lebih terang. pada bagian tertentu warnanya lebih tajam khususnya dibagian dekat kepala. Pusat kepala pada burung kenari betina yang berwarna kuning akan menjadi sangat terang.
  10. Seandainya usia 6 bulan belum ketahuan jenis kalaminnya ,kenari2 yang dicampur diantara kenari2 maka. Kenari betina akan duduk lebih rendah lebih dikarenakan struktur badannya. Dan juga biasanya kenari betina akan berkelahi dengan kenari jantan ketika ingin berkicau atau mempraktekan suaranya. Meskipun sang betina dalam kondisi tidak sedang dalam masa bertelur dan ini hanya sekedar ingin berkicau saja..
 

Letak supit urang pada burung

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 11:51 am

Letak supit urang pada burung

(sumber Om Kicau.com)

Banyak sekali para kicaumania yang mempertanyakan di mana supit urang sebagai salah satu penanda jenis kelamin burung berada? Ya, supit urang atau pubis adalah salah satu organ burung yang bisa digunakan untuk menanda jenis kelamin burung.

Sebagaimana kita ketahui hasil perabaan pada pubis burung bisa memberi petunjuk jantan-betinanya seekor burung. Umumnya, burung memiliki dua tulang pubis (supit urang) pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang biak, tulang pubis burung betina menjadi lebih elastis dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut melebar karena pengaruh hormon. Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Pada burung jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit. Namun harus dicatat di sini bahwa teknik perabaan hanya dapat digunakan secara lebih meyakinkan bila kegiatan seksual betina sedang aktif; atau minimal burung sudah memasuki usia remaja.

Kesalahan yang biasanya dilakukan ketika menanda tulang supit urang adalah meraba antara tulang pubis dan tulang dada. Oleh karenanya, ada yang mengatakan jarak supit urang anis merah atau anis kembang selebar 1 cm, bahkan ada yang mengatakan 2 cm. Sudah tentu hal itu salah. Sebab untuk burung seperti anis merah misalnya, jarak antara dua supit urang kanan dan kiri kurang dari 1 cm.

Ketika Anda meraba dua tulang supit burung dewasa, maka supit urang burung betina terasa lunak seperti kita meraba tulang rawan. Dan bila kita tekan, kedua supit urang terasa membuka. Sedangkan untuk jantan, kedua supit urang rapat dan terasa keras dan malah terasa runcing di jari kita yang merabanya.

Demikian gambaran posisi tulang supit urang atau pubis pada burung. Semoga bermanfaat.

 

Pleci, cucak jenggot, kolibri dan gelatik wingko: Cerita jelang Piala Raja Januari 20, 2011

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 3:35 am

Pleci, cucak jenggot, kolibri dan gelatik wingko: Cerita jelang Piala Raja


 

Burung cucak jenggot

Cucak jenggot dan pleci adalah dua jenis burung yang selama ini dianggap burung pinggiran. Harga ombyokan cucak jenggot tak sampai 50 ribu perak. Pleci atau burung kacamata malah bisa dibawa pulang dengan 5 ribu rupiah saja. Padahal, di Singapura, pleci yang diduga kuat burung Indonesia harganya ada yang mencapai lebih dari 50 juta rupiah!

Cucak jenggot dan pleci sampai sekarang memang belum dianggap burung bergengsi. Harga bakalannya, seperti ditulis di Agrobis Burung, benar-benar sangat terjangkau, barangkali paling murah dibandingkan jenis burung lomba lainnya. Yang jelas, boleh jadi lebih murah dari uang makan sehari-hari kita.

Hal ini menggambarkan bahwa keduanya adalah burung yang sangat merakyat dan punya peluang untuk dibuat lebih ramai. Kalau kelas cucak jenggot dan terutama kelas pleci bisa dikibarkan, tentunya membuka peluang kepada masyarakat menengah bawah untuk bisa berpartisipasi dalam lomba dengan biaya yang murah.

Bandingkan kalau pengin ikut lomba anis merah atau murai batu misalnya. Beli bakalannya saja sudah tidak terjangkau, apalagi kalau beli yang sudah jadi burung lapangan. Kelas pleci masih lumayan populer di kawasan Malang dan sekitarnya, namun di daerah lain tampaknya kurang populer, meskipun pernah di coba untuk dibuka kelas sendiri, terpisah dari kolibri.

Dilombakan di Piala Raja

Jenis cucak jenggot adalah jenis burung yang pertama-tama akan menjadi semakin populer dan digeber secara resmi. Rapim PBI Pusat belum lama ini telah memutuskan untuk boleh membuka kelas cucak jenggot di lingkungan PBI.

Piala Raja Jogja, yang akan digelar pada 1 Agustus yang akan datang, rupanya meresponnya dengan langsung akan membuka kelas ini. Yang jelas, semenjak kasak kusuk kelas cucak jenggot bakal dibuka di Piala Raja, perburuan. burung-burung cucak jenggot di lapangan memang semakin kenceng.

Harga burung cucak jenggot di lapangan, apalagi yang tampak menonjol, pun langsung nangkring. Kini mereka yang memiliki cucak jenggot prospek pun semakin kuat dalam menahan untuk tidak tergesa-gesa menjualnya. Soalnya, makin dekat ke bulan Agustus, harga memang akan semakin meroket.

Sebagai tambahan informasi, masuknya cucak jenggot dalam lingkungan PBI adalah atas usulan hasil Rakernas PBI di Semarang beberapa waktu yang lalu. Usulan itu didasari oleh pemikiran bahwa pengurangan jumlah burung lokal yang diadakan oleh PBI, yang semangatnya adalah untuk mengurangi laju kepunahan, ternyata bisa dikatakan tidak memberikan dampak nyata. Artinya, tujuan mulai dari diberlakukan aturan larangan itu ternyata tidak efektif.

Pelarangan terhadap jenis decu, branjangan, prenjak, misaalnya, tak membuat burung ini menjadi lebih banyak populasinya. Sampai sekarang, meskipun di organiser lain masih ada yang membuka kelas tersebut, pesertanya tetap sepi. Sebab, pasokan dari alam memang sudah jarang.

Dari kesimpulan tersebut, diusung usulan untuk menambah kelas lokal lagi, yang populasinya masih cukup banyak, dan relatif belum terancam kepunahannya. Akhirnya, Rapim PBI menggedok palu untuk membuka kelas cucak jenggot.

Sebagai salah satu even unggulan PBI, khususnya PBl se-Jogja, dibukanya keran baru ini pun ditanggapi dengan antusias. Panitia Piala Raja sudah memastikan akan membuka kelas cucak jenggot. Apakah satu atau dua kelas, akan dilihat perkembangannya dalam waktu dekat ini.

Nah, Anda yang memiliki jagoan cucak jenggot, bersiaplah dari sekarang. Mungkin jagoan Anda akan mencatat rekor baru juara 1 cucak jenggot yang pertama di Piala Raja! Hal yang tentunya akan sangat membanggakan.

Melongok pleci di negeri tetangga

 

Lomba pleci di Singapura (Repro: Agrobis Burung)

Burung pleci atau dikenal dengan burung kacamata, saat ini sangat mudah dijumpai di pasar atau kios burung. Harga satuannya hanya berkisar 5 ribu perak. Beberapa organiser ada yang membuka kelas ini, baik di latber maupun lomba yang lebih gede. Namun pesertanya memang kurang. Barangkali yang cukup ramai hanya pada lomba dari kawasan Malang saja. Daerah lain rupanya kurang tertarik dengan lomba burung ini.

Di Jogja pun saat ini belum begitu ramai, namun dalam beberapa waktu ke depan rasanya akan terasa beda. Itu karena beberapa kicaumania memang berniat ingin menggeber jenis pleci agar bisa ramai lagi.

Salah satu yang terobsesi untuk meramaikan kelas pleci adalah Agung Budiman. Agung mengaku iri dengan lomba burung pleci di negeri tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Cina, juga di Hongkong dan Vietnam.

Di Singapura, sekali gantang dalam kelas penyisihan bisa diikuti hingga 200-an burung pleci. Agung mengaku pernah mencoba menawar burung pleci yang menurutnya sangat bagus, dan ternyata memang langganan juara.

Agung mengaku pernah iseng-iseng menawar hingga harganya kalau dikurskan sampai sekitar 50an juta, tapi ternyata tetap kekeh tidak dikasihkan. “Yang punya bilang ditawar sampai 60 juta rupiah juga tidak dikasih.”

 

Agus Budiman (Repro Agobis Burung)

Merasa gregetan, kini Agung pun terus mengumpulkan dan memburu pleci terbaik di Tanah Air. Salah satu yang sudah berhasil menjadi koleksinya adalah pleci Rontak yang langganan juara tak terkalahkan di seputar Malang.

“Suatu saat, saya ingin membawanya untuk dilombakan di Singapura sana. Saya rasa bisa menang karena kalau kita kan merawat burung jauh lebih serius dari pada mereka. Sebagian besar burung pleci, atau burung kaca mata, atau di Singapura disebut sebaggai burung Mata Putih itu, diklaim sebagai burung Malaysia. Tapi ketika coba ditelurusi, para pengepul Malaysia itu ternyata memburunya ke daerah Lombok, Indonesia. Setelah dibawa ke Malaysia dan dirawat secukupnya, barulah diekspor ke Singapura. Identitasnya pun menjadi burung Mata Putih Malaysia, bukan Indonesia.”

Di Singapura ada sekitar 5 lokasi lomba burung, dan khusus kelas Pleci hampir semuanya dipenuhi peserta. Burung ini disukai dinegeri tetangga karena suaranya yang merdu, halus, dan tidak terlalu berisik. Pleci biasa menemani di ruang kantor dari kantor kecil hingga kantor mewah, suaranya cukup indah didengarkan, juga bisa menimpali alurian musik yang disetel perangkat audio modern.

Tak ada hingar bingar teriakan peserta atau penonton. Semua duduk manis di pinggir lapangan sambil menikmati suara ngerol dari pleci yang meskipun tidak terlalu tembus, tetapi cukup bisa dinikmati kemerduannya.

Perawatan dan stelan

Banyak yang mungkin tak tahu persis bagaimana merawat dan menyetel pleci. Caranya tak beda dengan merawat anis merah. Pakan harian selain buah-buahan juga diberi voer yang lembut.

Pleci dimandikan, dengan cara dimasukkan ke keramba. Tentu ukuran keramba lebih kecil, jeruji juga lebih rapat. Sangkar pleci juga lebih kecil ukurannya.

Sebelum dilombakan, pleci sebaiknya juga dichas dengan sesama peserta yang lain, sebagaimana anis merah. Burung dicas, menurut pengalaman Agung Budiman, akan nanipil lebih baik. “Tradisi ngecas pleci sudah mulai ramai di Malang. Kalau di Singapur tentu tak ada, karena cara mereka memahami hobi dan burung beda dengan kita. Mereka benar-benar hanya buat waktu senggang, kalau kita kan serius sekali. Misalnya pengin tahu biar ketemu setelannya ya dicari beneran. Kalau orang luar ya ndak, lugu, apa adanya. Mau bunyi syukur, ndak juga santai aja.”

Cerita Brian Barek Jogja

 

Brian Jogja

Brian Jogja dan cucak jenggot (Repro Agrobis Burung)

Bakal naiknya pamor cucak jenggot ternyata sudah dirasakan auranya oleh Brian dari Sate Remaja Barek. Salah satu juri belia ini belum lama membeli cucak jenggot dari bakul ombyokan saat ada latihan di Monjali. “Saya membeli 45 ribu perak, masih bakalan memang,” aku Brian yang kini sudah duduk di bangku kuliah. Sesampai di rumah, cucak jenggot itu kemudian diberi master. Eh, ternyata hasilnya sangat bagus.

“Suara jenggotnya malah hilang, jadi full masteran. Kita awalnya juga tak percaya, tapi nyatanya begitu. Makanya kita pun penasaran untuk mencoba membawanya ke lomba,” terang H. Kirno, sang bapak.

Begitulah, setelah dianggap siap cucak jenggot yang kemudian diberi nama Liontin itu tiga kali dibawa ke latber di Sambego, latber paling ramai di Jogja yang dtlaksankan setiap Selasa mulai jam 15.00.

Tiga kali dicoba, ternyata hasilnya sangat memuaskan, bisa mengalahkan cucak jenggot papan atas Jogja yang sudah langganan juara. Sejak itu, Liontin pun jadi bahan perribicaraan. Beberapa orang, baik untuk sendiri maupun mengatasna-makan utusan sejumlah bos, mencoba merayu untuk bisa mendapatkan Liontin.

Konon, ada yang sudah berani membayar hingga kisaran 5 juta rupiah. Tapi, Brian dan H. Kirno, sang bapak, kompak untuk menolak semua lamaran itu. “Masih senang, kita ingin mencoba melombakan ke Piala Raja dulu. Bahkan kalau burung siap dan waktu juga memungkinkan, ada keinginan untuk menurunkan di Gubernur Cup Bali.”

Cerita di Bali

 

Silas, Bali

Sebelum kelas cucak jenggot dibuka PBI dan pertaa akan diputar di Probolingo, jauh sebelumnya di Bali kelas cucak jenggot sudah mulai ramai diminati. Lain dari cucak jenggot, kolibri kemudian menyusul dan terakhir kelas ciblek juga ikut memisahkan diri dari kelas campuran lokal.

Pamor ketiga kelas ini mulai terangkat ke permukaan setelah Asosiasi Ocehan Gresstenan terus membuka kelas tersebut dan mendapat sambutan dari kicau mania Bali. Rata-rata setiap kelas ini dibuka menyedot hingga 20 ekor. Para jago pun silih berganti menjuarai lomba. Dampak yang kemudian terjadi setelah tiga kelas burung lokal ini dibuka, harga bakalannya mulai merangkak naik.

Di Pasar Satria dan Sanglah Denpasar misalnya, cucak jenggot bakalan sudah mulai menembus angka 200-250 ribu per ekor. Begitu juga dengan kolibri dan ciblek. Rata-rata ketiga jenis burung ini didatangkan dari Jawa khususnya jenis cucak jenggot dan ciblek dari daerah Yogyakarta sedangkan kolibri dari Jawa Timur, selain banyak juga diambil dari lokal Bali khususnya cucak jenggot dan ciblek. “Tetapi kualitasnya masih kalah dengan ciblek Yogya,” ujar Silas.

Namun kalau sudah setengah jadi, seekor cucak jenggot, kolibri dan ciblek bisa di atas angka 500 ribu. Kalau sudah juara harganya bisa melambung tinggi. Juara I cucak jenggot di Bali sempat dipinang 3 juta, kolibri juara II bisa laku 1,5 juta sedangkan ciblek bisa menembus di atas angka satu jutaan.

PBI di Bali, sampai saat ini memang belum pernah membuka ketiga jenis burung ini. Namun sejak cucak jenggot dibuka pusat, Santo Utoyo dari PBI Denpasar menyambut antusias dan ke depan akan membuka kelas cucak jenggot. Jadwal lomba PBI Bali periode 2009-2010 sudah segera berakhir.

“Periode ke depan mungkin akan kami coba buka,” papar Santo Utoyo.

Sebaliknya, Asosiasi Ocehan Gresstenan, justru sudah menggelar ketiga kelas tersebut sejak lama. Antusiasme peserta dari waktu ke waktu terus bertambah seiring terus membanjirnya ketiga jenis burung ini ke Bali. Namun dari ketiga jenis burung ini, Silas mengakui bahwa kolibri paling diminati karena penampilan tarungnya yang unik.

Sering kelas kolibri dipakai sebagai ekshibisi untuk meredam suasana menegangkan sejak pagi. Kemudiari disusul prenjak yang juga memiliki sifat fighter yang kuat. Terakhir baru diduduki cucak jenggot.

Penampilannya yang monoton membuat peminatnya stagnan. Tetapi tetap menarik karena rata-rata kicau mania memiliki cucak jenggot sebagai master. Namun yang unggul di lapangan, yakni cucak jenggot yang benar-benar dirawat dan dimaster, bukan sekedar menjadi master. Seperti asuhan Gde Suarya Tajun, dimana jago cucak jenggotnya selalu di posisi pertama karena lagu yang dibawakan benar-benar unik. “Kalau benar-benar dikondisikan dengan benar, pastilah kelas cucak jenggot bakalan menjadi menarik,” tutur Silas.

Di Bandung gelatik wingko laris manis

Gelatik atau glatik wingko

Seiring ramainya burung lokal merambah blantika perkicauan nasional, kini muncul lagi burung lokal baru yang lagi ngetrend yakni gelatik wingko atau glatik wingko. Burung yang berperawakan seperti burung gereja ini mampu menyedot perhatian kicauamania untuk mengadopsinya. Pasalnya, gelatik wingko ini mudah beradaptasi dan cepat bunyi dibandingkan dengan jenis burung lokal lainnya.

Gelatik wingko yang memiliki warna dominan abu-abu hitam sangat cocok untuk buat isian segala jenis burung ocehan lainnya, terutama burung kenari. Suaranya yang nyaring dengan ciri khasnya cerecetnya panjang-panjang serta nafasnya kuat, burung asal daerah Jawa ini juga bisa mempunyai materi lagu burung lainnya seperti gereja.

Di tempat-tempat lainya, khususnya wilayah blok barat, gelatik wingko mampu memberikan warna tersendiri bagi dunia kicauan.

Di samping suaranya yang merdu, gelatik wingko pun harganya relative murah dan terjangkau. Akhir-akhir ini penggemar ocehan banyak yang memburunya, selain untuk di jadikan masteran juga untuk pajangan di rumahan.

Tak heran, di pasar burung di Jakarta dan Bandung pun gelatik wingko laku keras, sebagian besar kicaumania harus menungu satu atau dua hari untuk memperoleh burung lokal ini.

Untuk gelatik wingko yang masih muda atau anakan, para pedagang umumnya mematok harga sekitar Rp 100.000/ekor. Sedangkan yang sudah dewasa harga yang diatawarkan mulai dari Rp 450.000 sampai Rp 500.000/ekor. Untuk yang sudah gacor, harganya pun bisa mencapai jutaan rupiah.

Belum lama ini, di lapangan Banteng, Jakarta, gelatik wingko pernah dilombakan di kelas khusus campuran lokal. Di kelas ini, terdapat banyak burung lokal namun yang unggul adalah gelatik wingko. “Mudah-mudahan ke depannya beberapa organizer burung mampu memberikan ruang khusus kelas ini untuk dilombakan,” ujar Giman, salah seorang penghobi asal Jakarta.

Sementara untuk memiliki gelatik wingko yang prospek, kicaumania harus memilih patuknya yang lebih ceriwis jangan terlalu tebal tipis. Postur tubuh pun yang transparan dan jangan yang milih bentek. Dengan demikian, suara merdu disertai dengan tembakan cerecetannya sangat jelas terdengar. Begitu pun dengan rawatannya. Burung ini perawatannya cukup sederhana, setiap harinya hanya diberi makanan berupa voer atau biji-bijian. Kemudian, diberi kroto sedikit lalu digantangkan dengan burung ocehan lainnya. (Agrobis Burung)

 

Aneka pola rawatan burung cucak ijo jawara

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 3:29 am

Aneka pola rawatan burung cucak ijo jawara

Orang bilang merawat cucak hijau itu tak gampang. Terutama menjaga stabilitas performanya. Sesekali nampil optimal, tapi pada lomba-lomba berikutnya lebih sering melempem. Namun, pesona cucak hijau ternyata tetap memikat hati kicaumania.

Terbukti dari jumlah peserta yang nyaris selalu penuh dari lomba ke lomba, bahkan setingkat latber sekalipun. Sebagai gambaran lagi, di Owen Award yang even baru akan digelar pada 3 Oktober yang akan datang, hingga berita ini ditulis, jenis cucak hijau semua kelas  sudah habis terpesan!

Salah satu “kelemahan” dari cucak hijau yang harus dipahami betul di antaranya adalah bulu mudah rontok. Kalau kaget, misalnya saat masih tidur dibangunkan paksa, bulu bisa jatuh. Bila itu terjadi menjelang lomba, biasanya burung juga lantas tak mau kerja.

Sejumlah burung yang awalnya langganan juara, prestasinya kemudian bias terus merosot secara permanen. Kalau sudah begini dan pemilik menyerah, biasanya lantas dilego dengan harga murah.  Contohnya adalah cucak hijau Jamrud, yang langganan juara antara tahun 2007-2008, namun kemudian tidak stabil, lebih banyak tak kerjanya setiap kali dilombakan.

Burung kemudian berpindah tangan ke Marsono, yang tinggal di kawasan Jombor, Jogja. Setelah coba dipelajari, Marsono kemudian menyadari bahwa sang jagoan rupanya jenuh berada di tempat yang sama untuk waktu yang lama, sehingga perlu dipindah ke lokasi atau kamar baru agar mendapatkan suasana yang baru.

Betul juga, di tempat yang baru, sang jagoan menjadi lebih mudah gacor dan gairah untuk bertarungnya muncul lagi.

Ada juga jagoan yang dari sejak dibeli hingga kini tampil cukup stabil, misalnya Presiden-nya Handi Hoho. Namun, belakangan ini Presiden juga mulai masuk rontok bulu sehingga sampai lebaran berakhir, bisa dipastikan Presiden mulai absen dari lomba, kemungkinan sampai bakda lebaran, seperti Owen Award, barulah mulai dicoba lagi untuk bertarung dalam suasana yang baru.

Sementara itu, menurut Mr Gandang yang mengorbitkan Alpacino dan kini juga Alcapone, salah satu resep jitu menjaga stabilitas cucak hijau adalah dengan terus menjaga setiap hari agar birahinya tidak berlebihan.

Kalau birahi berlebihan, sifat tarungnya berlebihan, burung bisa mengejar musuh, lagu bisa putus-putus, atau suara dan power tak keluar, hanya gayanya saja yang tampak dari jauh. “Beberapa waktu lalu saat konsentrasi terpecah karena kita semua lagi demen nonton Piala Dunia misalnya, Alcapone juga sempat beberapa waktu kurang nampil. Namun sekarang setelah saya  konsentrasi lagi dalam merawat dan memantau burung, sudah mau nampil

lagi.”

Dwi yang sehari-hari merawat Presiden mengungkapkan, perawatan burung itu sebenarnya biasa saja. Jangkrik misalnya, diberikan pagi dan sore masing-masing lima ekor.

Pisang diberikan terus-menerus setiap hari. Jemur dilakukan pagi setiap dua jam. Mulai Jumat, ditambah ular hongkong. Mandi setiap pagi diberikan pada cepuk, dibebaskan untuk mandi sepuasnya.

“Pada kasus Presiden, burung ini memang figther sekali, panas. Jadi malah harus sering dilombakan. Seminggu atau paling lambat dua pekan sekali harus tarung, kalau sapai telat hingga 3 pekan, biasanya malah ‘suloyo’ kurang nampil,” kata Dwi.

Sementara itu untuk eksfood, bila cuaca mendung cukup dengan 5-10 biji ulat hongkong tetapi bila cuaca panas hanya membutuhkan 5 biji ulat hongkong. Pengontrolan tetap dilakukan, pada burung yang sangat agresif maka harus diberikan buah papaya untuk meredam panas dari ekstra fooding yang berlebihan, cukup hanya kita melihat 10 menit kondisi burung yang akan digantangkan di lapang, bila kurang agresif tinggal menambah fooding yang diperlukan.

Ditempel master

Cucak hijau adalah burung yang pelupa. Untuk memastikan lagu mainan cucak hijau tidak hilang, maka direkomendasikan untuk selalu menempel dengan master, baik selama di kamar sewaktu istirahat, saat dijemur, hingga saat dianginkan.

Presiden misalnya, ditempel master tak cukup satu ekor, tetapi banyak master. Cucak jenggot dan kapas tembak saja empat ekor sendiri, belum jenis yang Iain. Kalau tak mau repot, juga bisa memanfaatkan jasa pemaster elektronik.

Ciri burung prospek

Cucak hijau memiliki sejumlah varian. Cucak hijau asal sumatera biosa dilihat dari body yang berukuran lebih kecil, warna hijaunya juga lebih muda. Sedangkan cucak hijau asal Jawa Timur seperti daerah Banyuwangi, bodi burung lebih besar dan panjang, warna hijaunya lebih tua.

Untuk memperbandingkan burung bakal yang prospek atau tidak, bukan ditentukan berdasar asal habitat tetapi melihat posturnya.

Burung prospek umumnya ditandai oleh bagian atas kepalanya jeprak. Jika bertemu lawan, sayapnya segera bergetar atau ngentrok. Bila ngentroknya hanya setengah, maka burung tersebut punya kebiasan membongkar lagu tetapi bila ngentroknya full biasanya burung hanya memiliki volume yang keras.

Dodi BM pemandu bakat dari Purwokerto yang mengorbitkan cucak hijau Extra Joss, mempunyai kiat-kiat khusus dalam memilih bakalan cucak hijau untuk kontes. Warna bulu, menurutnya, harus yang hijau muda, postur jangan terlalu besar. Pilihlah burung yang mempunyai postur panjang. Bulu kepala usahakan cari yang agak tebal, karena burung dengan bulu kepala tebal biasanya akan dominan saat dilombakan karena burung mudah menjambul.

Jaga kestabilan

Menampilkan burung, di mana saja, ternyata memang tidak bias dipukul rata. Masing-masing memiliki karakter sesuai kondisioning yang dilakukan pada burung itu sejak awal. Yang jelas, penangan perlu ekstra hati-hati terutama saat menjaga kondisi di masa birahi.

Banyak jawara cucak hijau yang prestasinya timbul tenggelam karena tidak bisa menjaga kestabilannya saat burung dalam kondisi birahi. Namun  ini memang tidak berlaku untuk Monster, jawara cucak hijau kepunyaan Hartoyo dari Jakarta.

Dalam kondisi apa pun  prestasinya tetap terdongkrak. Tercatat puluhan kali gelar juara yang dipetik sang gaco di beragam even penting.

“Saya sendiri sampai lupa sudah berapa kali juaranya,” ungkap sang pemilik yang kala mentransfernya dari H Irfan Tangerang.

Lantas, bagaimana kiat sang perawat menjaga kestabilannya hingga terus terjaga dengan performa yang sempurna? Padahal menurut Yudi, perawatnya, penanganan kesehariannya sangat sederhana.

Tidak perlu menggunakan kandang umbar, eksfood juga cukup jangkrik 5-5 ekor setiap harinya ditambah 2 ekor ulat bambu di siang harinya. Untuk kebutuhan buah diberikan pisang kepok diselingi apel merah. Kecuaii hari Senin, diberi papaya. “Untuk menurunkan birahinya agar jangan terlalu tinggi,” kata sang perawat.

Keseharian burung ditempel parkit, dengan suara cerecetan panjang. Ini disesuaikan dengan lagu dasarnya yang memang nyerecet panjang. Beres mandi,   burung dijemur cukup 2-3 jam.

Untuk setting lapangan juga tidak perlu repot. Cukup ditambah eksfood jangkrik 5 ekor jangkrik, total jadi 15 ekor berikut ditambah sedikit kroto. Sebelum digantang burung di obok tangan, digoda agar terpancing birahinya naik. Setelah itu langsung digantang. Begitu ketemu lawan, burung langsung nge-figh, dengan materi lagu yang super komplet mulai dari isian srindit, tembakan celilin hingga lagu dasar parkit didukung volumenya yang tembus semakin mempertajam tonjolannya di lapangan.

Bahkan, kondisi lapangan tidak mempengaruhi sang jawara dalam aksinya ketika ketemu lawan. Baik lapangan terbuka maupun bertenda, Monster tetap on fire ketika dikepung lawan. Justru tipe lapangan bertenda, menurut pemiliknya, yang paling disukainya.

Yang penting, kondisi burung dijaga dengan tidak menurunkannya setiap minggu, cukup selang-seling, dua pekan sakali. Itupun hanya di even-even penting.

Lain halnya dengan cara perawatan Monster, lain pula cara yang dilakukan Rusdy Bintaro. Ya, bicara cucak hijau blok barat, tidak lepas dari nama Rusdy Bintaro. Dari tangannya banyak burung cucak hijau mencorong di tangga juara, sebut saja seperti Mezzo milik Raymond Bachtiar yang hingga saat ini prestasinya masih di peringkat atas. Ada juga nama lain seperti Obama, Geger, Green Peace, Bandit, Prahara, dan yang sekarang sedang diorbitkannya adalah Kharisma.

Bagaimana kiat Rusdy, mencetak beberapa calon gaconya hingga bisa moncer di tangga juara? Di kediamannya saat ini sdi kawasan Bintaro sedikitnya ada 6 ekor cucak hijau orbitannya dalam satu rumah petak khusus burung. “Yang penting, jangan saling melihat satu sama lainnya, baik saat mandi maupun dijemur,” jelasnya.

Bahkan untuk menjaga kondisi burung agar jangan sampai terkena masa birahi akibat pengaruh burung lain, dia juga pantang cucak hijau saling melihat dengan burung lainnya, baik itu sejenis maupun burung isian. Jangankan burung sejenis, burung gereja liar saja jangan sampai mengganggu sehingga membuatnya jadi birahi.

Begitu dikeluarkan pagi burung langsung masuk bak mandi. Satu persatu burung dimandikan. Tanpa saling melihat. Beres mandi, burung di jemur dengan penempatan berjauhan. Untuk penjemuran dia kerap memafaatkan rumah tetangganya untuk numpang nitip jemur, agar saling berjauhan satu sama lain tidak saling melihat.

Masa penjemuran juga tidak terlalu lama, paling banter sampai pukul 10 pagi. Sedangkan untuk kebutuhan eksfood jangkrik disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing burung. Karena satu sama lain memiliki karakter berbeda. Ada yang satu hari jangkriknya diberikan lebih dari 10 ekor tetapi ada yang kurang dari itu.

Begitu juga pemberian ulat maupun krotonya ada yang diberi ulat hongkong juga ada yang hanya diberikan sedikit kroto. Yang penting kebutuhan buahnya tetap terpenuhi sebagai pakan utama selain voer.

Perbedaan penanganan ini juga dalam hal kandang umbar. Ada yang mau diumbar bahkan ada yang diumbar tapi justru kerja lapangannya kurang maksimal. “Tergantung karakter dan kebiasaannya,” kata Rusdy.

Khusus kandang umbarnya ini memang antik, sesuai jenis cucak hijau yang memiliki kebiasaan terbang vertical ke atas, kandang pun dibuat lebih tinggi. Ukuran lebar cukup 1,5 meter x panjang 2 meter x tinggi 2,3 meter. Posisi tangkringan di tempatkan di bawah dan atas. Penempatan umbaran relatif.

“Posisi umbaran sengaja dibuat terbang dari bawah ke atas atau sebaliknya, jenis cucak hijau kan berbeda dengan murai atau kacer yang terbang mendatang,” jelasnya lagi.

Tapi untuk cucak hijau yang baru mulai belajar diumbar harus melalui tahapan, dengan cara menempatkan posisi tangkringan diatur tidak langsung atas bawah. Intinya, mengorbitkan cucak hijau jawara menurut Rusdy adalah dimulai dari kualitas burung itu sendiri. Terutama materi lagu maupun kualitas volumenya.

Setelah itu, rawatan harian hingga perawatan H-1 menjelang lomba juga perlu perhatian sesuai karakter burung. Setelah itu juga setting lapangan hingga setting menggantang burung di lapangan. “Untuk ini masing-masing burung berbeda, ada yang harus diobok-obok dulu sebelum di gantang dan lainnya,” ungkapnya.

Hindari rontok total

Apa yang terjadi jika cucak hijau dengan sengaja dirontokkan oleh pemiliknya. Maka yang terjadi kemudian cucak hijau stress dan rusak. Ya, cucak hijau yang dirontokkan dengan sengaja biasanya sulit sekali ditampilkan seperti sedia kala. Bisa membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk bias pulih.

Anehnya cucak hijau yang bagus di lapangan biasanya cucak hijau yang dalam kondisi sedikit rontok. Kondisi ini sebagai pertanda bahwa cucak hijau dalam kondisi top performa. “Cucak hijau yang sedang fit akan ditandai dengan rontok bulu sedikit-sedikit,” tutur Silas, pemandu bakat burung khususnya cucak hijau.

Beberapa pantangan buat cucak hijau, lanjut Silas, selain tidak boleh dirontokkan dengan sengaja juga sangkar tidak boleh diganti-ganti. Kalau sangkar yang sudah biasa dipakai tiba-tiba diubah, maka burung tersebut akan langsung macet. Hal yang juga mesti diperhatikan bagi pemain cucak hijau, untuk mempertahankan perfoma, jangan memelihara hanya satu ekor cucak hijau.

Cucak hijau, kata Silas punya karakter yang

unik. la butuh gandengan selama di rumah. “Sebaiknya pelihara 2-3 ekor,” ungkap Silas. Cucak hijau yang jarang digandeng akan terbiasa tertidur di siang hari dan menambah kemalasannya.

Namun, lanjut pria yang tinggal di Sanglah Denpasar ini, cucak hijau di dalam rumah mesti selalu dalam kondisi dikerodong. Tidak baik dua atau lebih cucak hijau dibiarkan terbuka sepanjang hari. Hal ini akan menumpulkan sifat tarungnya. Jika dalam kondisi dikerodong dan sesekali dibuka sesuai waktu saat lomba, maka semangat tarungnya akan tumbuh.

Sementara untuk makanan, cucak hijau tidak perlu ditakar. Terlebih lagi menjelang lomba, cucak hijau butuh ekstrafod jangkrik sebanyak-banyaknya. Semakin banyak mau makan maka akan semakin bagus penampilannya di lapangan. Terkadang kesulitan untuk memberikan makanan karena sesuatu sebab. Karena itu, perawatan harian akan menentukan kelahapannya ketika menjelang lomba. “Cucak hijau mesti dimandikan dulu baru dijemur dan tidak dianjurkan sebaliknya,” tutur Silas.

Pilih bakalan

Sementara itu seorang pengulak burung di Bali, Naryo, memberi tips cara membeli cucak hijau untuk para penghobi lomba. “Beli burung setengah jadi atau beli di latberan,” papar Naryo.

Burung setengah jadi, biasanya sudah teruji aman jika digandeng dengan burung lain. Berbeda dengan bakalan yang membutuhkan proses pendewasaan dan pelatihan turun ke lomba.

“Toh begitu, jika di pasar ada bakalan yang bagus saya juga ambil,” papar Naryo.

Memilih bakalan cucak hijau, menurut Naryo perlu ditekankan kepada dua hal, yakni mental gandeng dan mau ngentrok. Biasanya warna hijau pupus atau hijau muda lebih memilki karakter tarung dibandingkan dengan cucak hijau berwarna hijau tua.

Soal lagu bisa dengan mudah diisi. Hal yang penting adalah bagaimana agar cucak hijau mau digandeng dengan musuhnya. Cucak hijau seperti ini biasanya punya karakter tersendiri dan bisa dicermati ketika digandeng di pasar.

Sepintas, bakalan yang bagus akan memperlihatkan karakternya ketika digandeng termasuk juga ngentroknya walaupun hanya sesaat. “Tidak semua cucak hijau punya mental gandeng,” papar Naryo.

Begitu juga dengan bentuk tubuh cucak hijau, menrut Naryo tidaklah menentukan. Sebab, dari pengamatannya, banyak cucak hijau bertubuh kecil bisa tampil di lapangan. Sebaliknya cucak hijau yang bertubuh besar malah terkadang kurang mau tarung.

Sementara itu berdasar pantauan Agrobur, harga bakalan cucak hijau di Bali jauh lebih murah dibandingkan di Jawa. Di pasar burung Bali, harga bakalan cucak hijau berkisar 500 ribuan, sebaliknya di Jawa sekitar 700 ribuan. Namun untuk setengah jadi, di Bali bisa menembus 700 ribuan.

Meski lebih murah, tidak sedikit pemain atau pengulak Bali membeli bakalan ke Jawa. Bahkan dibandingkan membeli bakalan, akan lebih praktis memilih setengah jadi di latber-latber di Jawa dengan harga berkisar 900 ribuan. 

Penutup dan catatan dari Om Kicau:

Oke teman-teman, tentu teman ada yang bingung juga membaca aneka tips rawatan burung cucak ijo yang bermacam-macam dari Tabloid Agrobur itu. Yang penting, Anda jangan lantas selalu mencoba-coba setelan burung dari pola satu ke pola lain. Ada satu hal yang perlu kita ingat, bahwa merawat burung  agar bisa bagus memerlukan konsistensi.

sumber:  (Agrobur)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.