gogoBengkulu

Hancurkan dan Bangun Kembali

CILILIN ASAL BENGKULU Maret 7, 2012

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 6:25 pm

NAMANYA KALAU GAK SALAH SNIPER..HEE..HEE OM MARYON PEMILIKNYA TINGGAL DI CURUP SIAPA YANG BERMINAT LANGSUNG AJA HUBUNGI BELIAU

 

 

Ciblek Tewas

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 5:36 pm

OM MARYON TURUT BERDUKA

 

Cucak Ijo Lagi Nembak

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 5:25 pm

CI GOGO CURUP BENGKULU

 

Tledekan, Sulingan, atau anis bambu, cacing awi, atau langa-longo Maret 1, 2011

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 12:56 pm
Tledekan, Sulingan, atau anis bambu, cacing awi, atau langa-longo

Tips memilih tledekan :
Jantan
Tlededan merupakan burung yang mudah di bedakan antara jantan dan betina.
Terutama dari warna, kita sudah bisa membvedakan nya, jantan memiliki warna yang lebih mencolok, kontras, cerah..Sedangkan betina memiliki warna yang kusam.

Gbr : Tledekan betina


Mental

Mental adalah fakktor utama terutama untuk kategori lomba,
ciri-ciri bermental baik:

* Rajin berkicau dan ngriwik

* Penampilan tenang, tegak atau menyerang bila diadu dengan tledekan lain sambil mengeluarkan suara andalannya, cari yg nyeklik !

* Untuk bahan bila didekati manusia, tidak takut tetap ngriwik atau berkicau dg jarak 30-100 cm

Suara
Cari suara yg tajam, kencang, bening, ngerol, ngeropel, dengan kecepatan suara rapat dan diakhiri dengan suara tembakan.

Warna
Cari warna yg cerah, biru dan merah batanya jelas, tidak kusut. Bila warna kusam, berarti asupan makanannya kurang bergizi dan dapat menandakan burung tersebut bermental atau dalam kondisi tidak b
aik.

Body
Cari yg mempunyai tubuh panjang dan ramping, kepala besar dg bagian atas LEBAR atau GEPENG, leher lebar (besar), mata besar (belo), dan warna bulu cerah yg biasanya mempunyai kesitimewaan:
* rajin berkicau * napasnya panjang * suara rapat, cepat, dan kencang * memiliki fibrasi atau alunan turun naik dan bergema * cerdas sehingga mudah menirukan suara burung lainnya (master)

Sorot Mata Tajam
Sorot mata tajam dapat mencirikan bahwa Tledekan tersebut bermental baik, dan sehat. Sebaiknya jangan dipilih burung yang bermata sayu karena dapat mencirikan bahwa mental burung tersebut lemah atau burung tersebut dalam keadaan kurang sehat.

Tidak cacat
Selain tidak sedang dipandang mata, Yang biasa mengalami cacat pada burung ini adalah bagian kaki, dan bagian sayap. Ini terjadi karena banyak dari tledekan yang ditangkap masih menggunakan jerat atau diganggu hama waktu kecil, maka bagian tersebut harus mendapatkan perhatian khusus ketika memilih burung Tledekan yang kita in
ginkan. (copjend) (Indraf)

Paruh
Pilih paruh dengan kontur blimbing, Tledekan yang memiliki kontur paruh belimbing diyakini mempunyai suara yang keras dan mental yang baik.


Perawatan Tledekan
Burung Tledek
an yang sehat dan terawat tentunya akan mempersembahkan kicauan yang indah bagi kita yang merawatnya. Penampilan yang sehat, dengan kicauan merdu dan variatif tentu menambah rasa sayang dan kebanggan kita terhadap klangenan kita. Perlakukan yang salah, pola makan yang tidak tepat dan kondisi tempat yang tidak layak bagi burung ini tentunya berakibat pada turunnya performa burung. Tledekan yang awalnya kita beli memperdengarkan kicauan yang merdu dan keras dengan pola perawatan yang salah tentunya lambat laun akan membuat Tledekan menjadi lemas dan malas, sehingga tidak mau lagi memperdengarkan bunyinya.

Kicauan bagi burung khususnya burung jenis petarung seperti tledekan bukan saja menjadi tanda terima kasih bagi burung bagi pemiliknya, namun secara naluriah merupakan cara burung tersebut untuk menandakan kehadirannya, baik untuk menarik pasangannya maupun tanda keberadaan akan daerah kekuasaannya.

Contoh Settingan Tledekan:
– Pagi-Sore jangkrik 3 ekor,
– Siang jam 12 kasih k
roto 1 sendok teh.
– Jemur jam 8 sampe jam 9 pagi.

– Mandinya tiap hari .

– Tiap hari tempelin masteran.

– Kalau di rmh ngga tledekan lain, kandang ngga perlu di krodong.

– Hindari tledekan melihat langsung MB.

Bisa sih di kasih voer setiap hari…apakah kita tega..??? sedangkang burung yg punya nama ilmiah Blue Flycatcher ini termasuk jenis burung pemakan serangga tulen… Alangkah baiknya di kasih serangga baik jangkrik/kroto 2/3 hari sekali..atau jangkrik tiap hari 2 pagi2 sore. biasanya burung pemakan serangga yang hanya diberikan voer saja sering mengalami banyak problem…masalah bulu, kesehatan yang cenderung menurun dan menjadi kurang dalam mengeluarkan suara.

Untuk tledekan bisa nyeklek atau stabil diperlukan umur yang sudah memadai sekitar kisaran diatas 3 thn. Dan kalau bisa jangan memelihara lebih dari satu burung tledekan karena akan ngefight terus dan bunyi nonstop.

Sangkar

Sangkar yang baik bagi Tledekan minimal mempunyai ukuran P:30x L: 30x T:50 cm, selain mudah dalam menempatkan pakan Tledekan yang cukup beraneka ragam, juga memungkinkan Tledekan untuk leluasa bergerak. Pada kasus burung sedang dalam kondisi mabung mencegah terjadinya kegemukan.
Kebersihan sangkar juga harus diperhatikan. Minimal dalam 2 hari sangkar dibersihkan dari kotoran (tinja) dan bekas makanannya. Kebersihan sangkar juga menghindari burung dari terjangkit penyakit. Kelengkapan standar bagi sangkar adalah : tenggeran dengan kondisi saat burung bertengger maka antara kuku kaki depan dan belakang tidak saling bertemu (terkena), tempat makan dan minum bisa terbuat dari mika atau porselein dan tempat kroto.

Pemandian dan Penjemuran
Pemandian dan Penjemuran bagi Tledekan merupakan sarat mutlak, Penjemuran selain merupakan sumber vitamin D, penjemuran dan pemandian yang rutin juga dapat mematikan kutu yang terdapat pada burung dan kandang burung juga membunuh bibit penyakit yang ada dalam sangkar. Penjemuran yang baik dilakukan pada rentang waktu pukul 07 sampai 10 pagi dengan waktu berkisar 2-3 jam tergantung dari burung itu sendiri, jika burung telah tampak gelisah dan membuka mulutnya maka penjemuran dapat disudahi.

Mabung
Proses ganti bulu merupakan proses alami yang terjadi pada semua jenis burung yang biasanya terjadi karena perubahan kondisi yang mendadak atau memang burung memasuki masa pergantian bulu. Selain untuk merecovery bulu yang sudah usang dan tua pergantian bulu juga merupakan proses alami burung dalam menghadapi perubahan dan masa umur burung.
Pada saat ganti bulu burung akan mengalami suatu masa yang sangat menyiksa, pada saat seperti itu maka dibutuhkan perawatan yang lebih intensif. Burung akan lebih pasif, ada yang berhenti berkicau dan jika tidak dijaga dari udara jahat maka akan mudah terserang penyakit. Karena proses pergantian bulu maka burung akan lebih sensitif terhadap perubahan cuaca, maka burung harus ditempatkan pada ruangan dengan kondisi yang sejuk dan menghindari dari gangguan lingkungan seperti suara burung lain yang terlalu keras, kucing, anjing, dan gigitan nyamuk dan suara bising lainnya serta angin jahat dan cuaca extreem.

Saat mabung merupakan saat yang tepat untuk memaster burung, karena pada masa ini burung menjadi pasiv. Mereka menyimak apa yang ada disekelilingnya, penggunaan kerodong juga berfungsi agar burung yang sedang dimaster tidak melihat masternya, karena beberapa burung enggan untuk menirukan suara master jika diketahui bahwa suara tersebut bukan berasal dari jenisnya.

tledekan juga mengalami proses mabung yang normal seperti burung2 lainnya. beberapa tledekan mengalami mabung dengan cara nyulam..apa mungkin sebelum mabung, tledekan tsb mengkonsumsi nutrisi yg berlebihan atau dalam melakukan penjemuran terlalu over waktunya.. (anton tegal)

Ada baiknya jika kita memelihara burung ini tidak menempatkan posisi kandang berdekatan dengan burung fighter lainnya. Seperti Murai Batu atau Kacer atau burung jenis tledekan sendiri. Dikarenakan burung Tledekan walaupun bertubuh kecil namun mempunyai jiwa petarung sehingga walaupun pada awalnya burung ini akan saling bunyi bersahutan. (untuk menandakan daerah kekuasaannya).

Namun secara jangka panjang akan merugikan karena dapat saja membuat mental burung ini menjadi Lemah karena berhadapan dengan burung dengan fisik yang lebih besar. Selain itu jika burung yang akan di lombakan secara terus menerus bersuara, maka ketika akan dilombakan burung tidak akan maksimal atau dalam istilah perburungan sering disebut Gembos. Jika terpaksa harus memelihara beberapa jenis burung fighter, baik jika dilakukan pengaturan jarak dan sudut pandang. Agar burung tidak saling melihat. (berbagai sumber)

 

Kemungkinan yang Terjadi pada Saat MB Dilombakan. Januari 31, 2011

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 2:55 am

 

Kemungkinan yang Terjadi pada Saat MB Dilombakan.

Saya ingin sekedar sharing tentang kemungkinan yang bisa terjadi pada saat MB yang kita pelihara mau kita turunkan pada sebuah lomba untuk pertama kalinya.
Kita asumsikan saja MB yang ada di rumah (MB peliharaan kita) sudah dalam kondisi gacor dan siap lomba dengan settingan EF yang sudah kita anggap ideal.
Kemudian kita ingin mengetahui, seperti apa kondisi MB ini jika dilombakan.
Maka, kemungkinan yang akan kita jumpai adalah sebagai berikut:

1. Si MB terdiam dan hanya loncat-loncat saja, sambil sesekali makan atau minum.
Artinya, si MB belum siap dibawa ke lapangan dan kemungkinan masih belum bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi lapangan.(Demam Panggung)
Ini adalah hal wajar yang umum dijumpai pada MB-MB muda dan 1/2 jadi yang cenderung belum mapan secara mental.
Jadi, jangan langsung berkesimpulan si MB dianggap tidak layak.

2. Si MB terkesan ganas dan mengejar musuh dengan cara menabrak sangkar dan sesekali berdiri tegak di tangkringan sambil memainkan ekor dan hanya sesekali berkicau.
Artinya, MB ini bertifikal fighter sejati. Sifat fighternya yang terialu tinggi mungkin bisa sedikit diredam dengan menurunkan porsi EF dan memandikan si MB sebelum dibawa ke lapangan.
Ada yang beranggapan MB seperti ini kurang bagus untuk dibawa ke lapangan. Jelas, ini anggapan keliru, sebab MB seperti inilah yang dikatakan sebagai MB tempur sejati. Hanya dibutuhkan kesabaran dalam membuat settingan agar MB ini bisa menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.

3. Si MB terlihat membuka sayap dengan lebar, lalu turun ke dasar sangkar dan tidak berkicau sedikitpun.
Artinya, si MB tidak dalam kondisi prima untuk di bawa ke lapangan. Bisa jadi fisik dan mental nya belum siap untuk dilombakan.

4. Si MB awalnya diam selang beberapa menit kemudian baru menunjukan sifat fighternya dan setelah itu baru mau berkicau.
Artinya, si MB termasuk jenis MB yang lambat panas.
Solusi untuk MB seperti ini adalah dengan sedikit menaikkan porsi EF dan kondisikan full krodong beberapa hari sebelum di bawa ke lomba.

5. Si MB terlihat tegak dengan gaya fighternya, tapi hanya berkicau dengan suara kecil sambil menundukkan kepalanya (seperti sujud) kemudian tegak lagi dan kembali sujud secara perlahan.
Artinya, si MB sedang bergaya merayu. MB seperti ini biasanya mengeluarkan gaya tersebut karena 2 faktor penyebab. Pertama karena si MB sedang dalam kondisi birahi dan kedua, adalah karakter gaya dari si MB itu sendiri.

6. Si MB berkicau dengan suara yang diulang-ulang.
Artinya, si MB belum dalam kondisi siap lomba (kurang masteran) atau bisa saja si MB tidak memiliki stamina yang cukup untuk lomba.

7. Si MB terkesan diam membisu dan mematung.(tidak bergerak pada saat diganggu.
Artinya, si MB secara mental sudah drop. Akan dibutuhkan waktu yang relatif panjang untuk membuat si MB ke kondisi semula.
Hal ini sering terjadi jika si MB berhadapan langsung dengan MB-MB lain yang bertipikal menekan.

 

Budidaya jangkrik sebagai pakan burung Januari 24, 2011

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 11:57 am

Budidaya jangkrik sebagai pakan burung

Sobat kicaumania, jangkrik dikalangan kita memang sudah menjadi kebutuhan yang selalu kita perlukan sebagai salah satu jenis pakan pavorite peliharaan kita. Pemberian jangkrik sangatlah mendongkrak performa dari burung-burung peliharaan kita. Akan tetapi dengan adanya kelangkaan suplai jangkrik akhir-akhir ini yang membuat harga eceran jangkrik membumbung tinggi serasa menjadi beban berat bagi kita semua. Apakah ini semua karena faktor kelangkaan atau hanya permainan semata…???? Kita sendiri kurang tahu karena batasan pengetahuan kita hanya ada pada level sebatas kita perlu dan membeli dari pengecer .
Apabila anda merupakan salah satu dari sekian banyak kicaumania yang mempunyai pemikiran sama, mungkin saja kita akan berpikir seandainya bagaimana kalau kita bisa berusaha sendiri untuk membudidayakannya. Berdasarkan atas situasi itulah maka penulis disini berusaha untuk mencarikan informasi pendukung tentang bagaimana kita bisa membudidayakan jangkrik itu sendiri.
Jangkrik bisa dibedakan lebih dari 100 jenis yang terdapat di Indones ,diantaranya adalah jenis Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus yang banyak dibididayakan khususnya untuk pakan ikan dan burungkicaua . Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.
Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer, hwambie,berbagai jenis burung kicauan lainnya serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung. Bila dilihat dari awal perencanaan , maka budidaya jangkrik harus mengikuti aturan lokasi sebagai berikut :
1.Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2.Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3.Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

Menurut beberapa sumber ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan usaha budidaya jangkrik :

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang. Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman. peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.
2. Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Calon IndukBibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif. Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
a. Indukan:
– sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
– kedua kaki belakangnya masih lengkap.
– bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
– badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
– pilihlah induk yang besar.
– dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
b. Induk jantan:
– selalu mengeluarkan suara mengerik.
– permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
– tidak mempunyai ovipositor di ekor.
– Induk betina:
– tidak mengerik.
– permukaan punggung atau sayap halus.
– ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.
2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.
3. Sistem Pengembangbiakan.
Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.
4. Reproduksi dan Perkawinan
Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.
Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).
5. Proses kelahiran
Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.
2. Pengontrolan Penyakit
Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
3. Perawatan Ternak
Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).
4. Pemberian Pakan
Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.
5. Pemeliharaan Kandang
Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

Hama dan penyakit

1. Penyakit, Hama dan Penyebabnya
Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.
2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit
Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.
3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

Panen

1. Hasil Utama
Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.
2. Penangkapan
Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.
Dari penjelasan tersebut diatas diharapkan kita para kicau mania punya inisiatif ataupun usaha untuk membudidayakan jangkrik itu sendiri.
Dikutip dari sumber terpercaya…!!!!

 

CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN KENARI

Filed under: Loker Dunia Hobi — gogo @ 11:55 am

CARA MENENTUKAN JENIS KELAMIN KENARI

Banyak para hobies bingung memilih kenari bakalan yang akan di beli, sangat sulit membedakan dilihat dari postur tubuh bahkan ada yang langsung beli begitu melihat bodi yang besar dan tegap setelah sampai dirumah dan dipelihara kira-kira 3 bulan baru mereka bingung, kok burung kenari saya gak bunyi-bunyi mas. komplainlah mereka ke penjual burung tersebut.
itu sedikit pengalaman saya pada saat kongkow di penjual Kenari di Pasar Burung Denpasar.

Saya akan coba ulas sedikit mengenai cara membedakan kenari Jantan dan Betina atau bahasa kerennya Sexing.
Ciri jantan dan betina
Meskipun menentukan jenis kelamin kenari bukan hal yang mudah dan mereka yang sudah berpengalaman pun banyak menemui kesulitan, tetapi ini ada tips yang bisa digunakan (tetapi bukan hal yang mutlak):

  1. Sejak usia 3 hari pembuluh vena di sebelah perut akan turun menuju “ vent ( lubang angin / dubur ) dan akan menuju bagian depan dari “ vee “ yang ada dibagian depan “vent ,ini nampak pada burung kenari jantan yang masih muda. Tapi pembuluh vena ini tidak akan tampak pada kenari betina. Walaupun pembuluh ini ada di seluruh kenari jantan , akan lebih baik jika menganalisanya sebelum kenari jantan tersebut tumbuh bulu.
  2. Pada 5- 8 hari ,ambil semua anak-anak kenari yang terdapat pada sarang yang sama (satu indukan ) taruh ke handuk dan sejajarkan seperti posisi kuda balap yang ada pada pacuan kuda. Yang melompat paling jauh adalah kenari jantan.
  3. Burung- burung tersebut jika diperhatikan mempunyai pusat kaki bawah yang panjang sementara yang lainnya punya 3 telapak kaki yang memiliki panjang yang sama. Salah satu yang memiliki pusat kaki yang panjang akan sulit untuk bergabung dengan yang lain dan ini adalah kenari jantan. Kenari betina lebih mudah untuk bergabung karena ketiga telapak kakinya memiliki ukuran yang sama.
  4. Lihatlah bagian tulang belakang mereka. Di sepanjang tulang belakang kenari jantan warnanya lebih kaku dan lebih pekat . Untuk yang betina warnanya kaku dan pekatnya tidak sampai sepanjang tulang belakang. Dengan cara itu bisa diidentifikasi.
  5. Sebelum anaka-anak kenari tersebut berbulu. Liatlah ke bagian kepala mereka. Untuk yang jantan lebih pipih (datar).Untuk yang betina lebih bulat.
  6. Sekitar usia 6 – 7 hari anak2 kenari tersebut mulai membuka mata. Jika jantan maka matanya sejajar dengan paruhnya. Untuk yang betina, letak mata diatas paruh yang menyebabkan tampilan kepalanya lebih bundar.
  7. Ketika anak2 kenari diberi makan disarangnya oleh induknya .perhatikan tingkah laku anak2 tersebut. Yang berdiri paling tinggi , teriak paling keras dan yang paling ingin diberi makan duluan itu berarti yang jantan. Yang betina kakinya lebih pendek makanya mereka tidak berdiri tinggi dan karenanya mereka diberi makan lebih sedikit dibanding yang jantan.
  8. Usia 28- 30 hari beberapa kenari2 muda terlihat mempraktekkan suara mereka untuk berkicau dengan baik. Bukan yang paling awal berkicau itu yang terlihat paling baik, burung 2 tersebut hanya suka berlatih berkicau lebih awal saja.
  9. Sekitar 5 bulan atau 5 bulan lebih 2 minggu, kenari jantan bisanya warnanya lebih terang. pada bagian tertentu warnanya lebih tajam khususnya dibagian dekat kepala. Pusat kepala pada burung kenari betina yang berwarna kuning akan menjadi sangat terang.
  10. Seandainya usia 6 bulan belum ketahuan jenis kalaminnya ,kenari2 yang dicampur diantara kenari2 maka. Kenari betina akan duduk lebih rendah lebih dikarenakan struktur badannya. Dan juga biasanya kenari betina akan berkelahi dengan kenari jantan ketika ingin berkicau atau mempraktekan suaranya. Meskipun sang betina dalam kondisi tidak sedang dalam masa bertelur dan ini hanya sekedar ingin berkicau saja..
 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.